04 April 2025

Get In Touch

Di Kediri Ada Dawet Lele yang Memecahkan Rekor MURI

Di Kediri Ada Dawet Lele yang Memecahkan Rekor MURI

Kediri – Ikan lele ternyata tidak hanya dijadikan penyetan saja, di Kediri, ikan lele bisa diolah menjadi dawet lele dan bahkan dawet ini sudah mampu memecahkan rekor Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan konsumsi bareng 3.505 cup dawet lele.

Penganugerahan ini dicatat sebagai rekor dunia karena belum pernah ada di dunia dan dicatat oleh MURI dengan urutan penganugerahan ke 9.427. Rekor ini diberikan secara langsung oleh Senior Manager MURI Ariani Siregar kepada Heru Surawan kepada Ketua Kelompok Budidaya Ikan dan Olahan Rukun Tani Desa Pranggang disaksikan langsung Bupati Kediri Haryanti.

Selain tercatat di MURI, rekor ini juga dicatatkan di rekor dunia, karena dawet lele belum pernah ada sebelumnya. Penerimaan rekor ini tak lepas dari peranForum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jawa Timur. Forikan sebagai pengusulpencatatan  penyajian dawet lele DesaPranggang kepada MURI.

Panitia mengusulkan 3.000 porsi. Tapi, setelahdiverifikasipihak MURI  di lapangan,ternyata ada 3.505 gelas dawet lele. Selama ini belum pernah ada rekor tersebut,sehingga  MURI juga mencatatkan di rekordunia.

“Selama ini belum ada rekor penjajian dawetlele di Indonesia, maupun dunia. Jadi rekor ini juga akan kami catatkan direkor dunia,” ujar Ariani Siregar, kepada wartawan.

Selain mampu memecahkan rekor MURI, acara tersebut juga mencatatkan penghargaan kepada Ketua Forikan Jatim, Arumi Emil Elestianto Dardak sebagai pemrakarsa acara. Arumi menandaskan bahwa pemecahan rekor tersebut sebagai simbol peningkatan konsumsi ikan di Jatim.

Dalam kesempatan itu, Arumiyang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Prov. Jatim itu menyampaikan bahwa pemecahanrekor MURI tersebut sekaligus sebagai sarana mengenalkan varian baru makanandengan bahan dasar ikan lele. "Kami mengenalkan varian terbaru dari hasillele, lele itu bisa dibuat macem-macem sampai dawet pun bisa, itu yang tidakpernah kepikiran," sebutnya.

Dirinya menjelaskan,jika target awal dari pemecahan rekor muri untuk dawet lele adalah 3.000 cup.Namun demikian target tersebut mampu dilampaui dengan hasil setelah dihitungmencapai jumlah 3.505 cup dawet lele. "Target kita itu tiga ribu untukmemecahkan rekor MURI tapi alhamdulillah yang terhitung hari ini ada tiga ribulima ratus lima. Sehingga ada kebanggaan tersendiri dari saya, berarti antusiasdari masyarakat luar biasa," tukasnya.

Masih menurut Arumi,jika tingkat konsumsi ikan di Jatim masih di bawah rata-rata nasional. Konsumsiikan di Jatim 36,82 kg per kapita per tahun. Sedang konsumsi ikan nasionalmencapai 50,69 kg per kapita per tahun.

Karena itu, Arumimengharapkan agar pemecahan rekor MURI Dawet Lele kali ini dapat mendorongmasyarakat Jatim lebih meningkatkan konsumsi ikan. "Harapannya ini menjadipencetus saja dan semangat bersama," harapnya.

Arumi menandaskan bahwaForikan memiliki misi yang sama dengan PKK yaitu mengurangi tingginya angkastunting di Jawa Timur. Hanya saja Forikan lebih fokus pada konsumsi ikan. Sementaramengkonsumsi ikan akan dapat mencegah dan menanggulangi terjadinya stunting.

"Kenapa harusikan, karena ikan memiliki kespesialan sendiri, yakni bergizi, proteinnyatinggi, ada juga kaya omega tiga, proteinnya mudah diserap tubuh, enak di mulutdan enak di kantong karena banyak pilihannya," imbuhnya.

Selain kepada Ketua Forikan Jatim, penganugerahan yang sama juga diberikan MURI kepada Kelompok Pembudidayaan Ikan (Pokdakan) rukun tani Desa Pranggang, Kecamatan Ploso Klaten, Kabupaten Kediri. (gos/ufi/hms)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.