04 April 2025

Get In Touch

750 Keluarga di Blitar Mentas dari Kemiskinan

750 Keluarga di Blitar Mentas dari Kemiskinan

Blitar - Selama Januari - Pebruari 2020 sebanyak 750 Keluarga Miskin (Gakin) di Kabupaten Blitar penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) mengundurkan diri atau sudah tidak lagi miskin.

Disampaikan Koordinator PKH Kabupaten Blitar, M Asrofi jika pada Januari - Pebruari 2020 ini, pihaknya mendapatkan laporan ada 750 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan PKH yang mengundurkan diri. "Sesuai dengan jumlah surat pernyataan, yang diserahkan kepada pendamping," tutur Asrofi, Rabu (26/2/2020).

Dijelaskan Asrofi rincian keluarga yang mengundurkan diri tersebut pada Januari sebanyak 523 keluarga, kemudian pada Pebruari ini 227 keluarga. "Sehingga totalnya sebanyak 750 keluarga yang menyatakan mengundurkan diri, sebagai KPM dari bantuan PKH," jelasnya.

Adapun alasan pengunduran diri ratusan KPM sebagai penerina bantuan PKH tersebut, ditulis karena sudah mampu alias sudah tidak miskin ungkap Asrofi.

Proses pengunduran diri KPM bantuan PKH, yaitu membuat surat pernyataan bermeterai dan diserahkan kepada pendampingnya. "Selanjutnya oleh pendamping dilaporkan ke operator PKH kabupaten, untuk diteruskan ke pusat," terangnya.

Sedangkan KPM bantuan PKH yang paling banyak mengundurkan diri, dari Kecamatan Garum sebanyak 72 KPM.

Sementara itu, besarnya bantuan PKH ini tidak flat atau dipukul rata Rp 1,8 juta, tetapi diperhitungkan berdasarkan indeks bansos. Jadi selain mendapat bantuan tetap Rp 550.000 per keluarga per tahun, setiap ibu hamil, balita, lansia dan disabilitas mendapat alokasi bantuan Rp 2,4 juta per tahun per jiwa. Demikian juga yang memiliki anak SD Rp 900.000, SMP Rp 1,5 juta dan SMA Rp 2 juta per tahun dicairkan dalam 4 tahap atau triwulan.

Ditambahkan Asrofi, dari hasil final closing data penerina bantuna PKH, total jumlahnya sebanyak 46.742 KPM imbuhnya. (ais)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.