
Blitar - Tujuh partai politik (parpol) non parlemen yang tergabung dalam Aliansi Partai Non Parlemen (APNP) di Kabupaten Blitar, tidak mau hanya menjadi penonton dalam Pilbup Kabupaten Blitar tahun 2020 ini.
Hal ini disampaikan Koordinator APNP Kabupaten Blitar, Budi Santoso jika dalam Pilbup Kabupaten Blitar 2020 ini sudah menjalin komunikasi dengan beberapa parpol di parlemen yang mempunyai kursi dan bisa mengusung paslon. "Kami ingin berkontribusi dan tidak mau hanya menjadi penonton, pada Pilbup tahun 2020 ini," tutur Budi, Rabu (26/2/2020).
Dijelaskan Budi 7 parpol tersebut yaitu Partai Berkarya, Hanura, Perindo, PSI, PBB, Garuda, dan PKPI pada Pileg 2019 lalu, setiap parpol berhasil meraih suara sah sekitar 3-5 ribu. "Total suara sah yang kami miliki, sebagai modal untuk mendukung paslon dalam Pilbup sekitar 30 ribu," jelasnya.
Diungkapkan Budi selama ini APNP sudah menjalin komunikasi dengan parpol di parlemen yang memiliki kursi dan bisa mengusung pasangan calon (paslon). "Komunikasi terus kami bangun, untuk mengetahui peta politik dan mengetahui figur paslon yang layak untuk di dukung," ungkapnya.
Dari 9 parpol di parlemen, yaitu PDIP, PKB, PAN, Gerindra, Demokrat, Golkar, Nasdem, PPP dan PKS hampir seluruhnya sudah berkomunikasi dengan APNP. "Kami tidak membatasi diri, tapi justru aktif bersilaturahmi menjalin komunikasi dengan parpol di parlemen," tandasnya.
Bahkan diungkapkan Budi, APNP berencana melakukan safari politik untuk menunjukkan eksistensi dan kesolidan parpol berserta pendukungnya. "Kami tidak main-main dalam Pilbup ini, internal APNP juga terus berkoordinasi sampai kepengurusan tingkat ranting," papar pria yang juga Ketua Partai Berkarya Kabupaten Blitar ini.
Sekedar diketahui, komposisi kursi di DPRD Kabupaten Blitar dari 9 partai adalah : PDIP (19), PKB (9), PAN (7), Gerindra (6), Golkar (3), Demokrat (2), Nasdem (2), PKS(1) dan PPP (1). Sementara untuk mengusung paslon, dibutuhkan dibutuhkan 10 kursi. (ais)