
Gresik - DPRD Kabupaten Gresik menerima kunjungan dari PD Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Gresik, Rabu (26/2/2020). Pimpinan Dewan yang menerima rombongan DMI memastikan akan mendukung program sumur bor untuk masjid yang belum memiliki sumur.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Mujid Riduan mengaku pihaknya sangat mendukung program DMI untuk pembangunan sumur bor masjid. Ia pun berharap DMI menyinkronkan data masjid yang belum memiliki sumur dengan program "Seribu Sumur Bor" yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.
"Intinya kami sangat setuju dengan progam sumur bor tersebut, hanya saja di awal perlu disinkronkan data yang ada di OPD (Organisasi Perangkat Daerah) atau dinas pelaksana dengan data valid dari DMI, biar tidak tumpang tindih," ujar politisi PDI Perjuangan itu.
Selanjutnya, Mujid pun menjelaskan bahwa masjid yang dibangun di atas Tanah Kas Desa (TKD) akan dibantu pembangunan sumur bor lewat dana desa, sedangkan masjid yang berdiri di atas tanah wakaf bakal dibantu melalui hibah.
Sedangkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Aslachul Alif memberikan alternatif lain. Bantuan sumur bor dapat dimasukkan dalam Dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Gresik.
"DMI silakan mendata masjid yang belum memiliki sumur, kemudian bisa diusulkan melalui dana Pokir anggota DPRD Gresik yang ada di masing-masing wilayah. Mumpung bulan Februari-Maret anggota DPRD Gresik tengah menyusun Pikir," jelasnya.
Sementara itu, Ketua PD DMI Gresik, Zainal Abidin mengungkapkan bahwa total masjid di seluruh Kabupaten Gresik saat ini lebih dari 1.196 masjid. Ia mengungkapkan jika DMI Gresik memiliki program unggulan yang belum ada di Jawa Timur, yaitu membangun sumur bor di masjid.
"Setelah progam ini dishare, ada 115 masjid yang membutuhkan pembangunan sumur bor. Sebab jika kemarau di sana tidak memiliki air," ujarnya.
Menurutnya, program ini gayung bersambut dengan program Pemkab Gresik yaitu program seribu sumur bor. "Ini bisa menjadi program percontohan di Jawa Timur," tutupnya. (sep)