
WASHINGTON (Lenteratoday)– Vaksinasi anak-anak usia di bawah 12 tahun dipastikan akan dilakukan di Negeri ‘Paman Sam’. Langkah ini setelah Amerika Serikat (AS) melalui the Food and Drug Administration (FDA) memberikan otorisasi untuk penggunaan vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech pada usia 5-11 tahun. Ini menjadi vaksin corona pertama di negara tersebut yang diberikan untuk anak.
Meski demikian, jadwalnya tidak dalam waktu dekat. Para pakar dari The US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) masih akan merumuskan petunjuk penggunaan dan saat ini tengah dalam proses pembahasan.
Pfizer sendiri mengatakan akan segera memulai pengiriman vaksin ke apotek, dokter-dokter anak, dan tempat pemberian vaksin lain. Dihadapkan 28 juta anak di AS bisa mendapatkan vaksin mengingat kegiatan sekolah tatap muka di negara tersebut sudah dimulai.
Di luar Amerika Serikat, masih sedikit negara yang memberikan izin penggunaan vaksin COVID-19 pada anak. Beberapa di antaranya adalah China, Kuba, dan Uni Emirat Arab.
Dikutip dari Reuters, vaksin Pfizer untuk anak di Amerika Serikat akan diberikan dengan dosis 10 mikrogram, lebih rendah 30 mikrogram dibanding dosis asli untuk usia 12 tahun ke atas.
Tak hanya AS, pemerintah Malaysia juga berencana membeli vaksin buatan Pfizer-Biontech untuk anak-anak usia 5-11 tahun.Namun Menkes Malaysia, Khairy Jamaluddin, mengatakan, pemerintah juga membuka opsi penggunaan vaksin lain di samping Pfizer. Salah satu yang masuk pertimbangan adalah vaksin buatan China, Sinovac.
Moderna Diklaim Aman
Di sisi lain, Perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, Moderna, mengatakan hasil uji klinis vaksin corona buatannya aman untuk anak usia 6 hingga 11 tahun.
Uji klinis itu melibatkan lebih dari 4.700 anak. Anak-anak itu diberi dua dosis vaksin 50 mikrogram atau setengah dari dosis orang dewasa, dalam selang waktu 28 hari. Hasil awal menunjukkan antibodi yang terbentuk pada anak-anak sama seperti yang terlihat pada orang dewasa, dengan kata lain efektif mencegah COVID-19.
Sementara untuk efek samping mulai dari ringan hingga sedang, seperti kelelahan, sakit kepala, demam dan nyeri di area suntikan. Dalam waktu dekat, pihak Moderna berencana menyerahkan hasil uji klinis itu ke Food and Drug Administration (FDA), European Medicines Agency, dan regulator kesehatan lainnya.(*)
Sumber: Reuters
Editor: Widyawati