05 April 2025

Get In Touch

Dubes RI di Riyadh Lobi Pemerintah Arab

Dubes RI di Riyadh Lobi Pemerintah Arab

Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk ArabSaudi di Riyadh tengah berupaya melakukan lobi pemerintah Kerajaan Arab Sauditerkait pelarangan sementara jamaah umroh masuk ke Arab. Lobi dilakukankhususnya bagi calon jamaah yang sudah mendapatkan visa supaya tetapmendapatkan ijin masuk ke Arab.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel,dalam press rilisnya menyebutkan berdasarkan hasil komunikasinya dengan pihakArab Saudi yakni Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Dr Mohammed SalehBenten, informasi mengenai larangan tersebut sudah resmi dan akan dievaluasidengan melihat perkembangan yang ada.

Meski demikian, Dubes RI tetap memperjuangkan perjuangkannasib calon jamaah umrah yang sudah mendapatkan visa. “Dubes mencoba melakukanlobi supaya yang sudah mengantong visa tetap bisa masuk ke Arab denganpertimbangan Indonesia tidak termasuk dalam negara yang terkonfirmasi terkenawabah virus Corona (COVID-19),” tulis KBRI Riyadh melalui siaran pers padaKamis (27/2/2020).

Pihak KBRI Riyadh pun berjanji lewat keterangan tertulisnyaakan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Hajidan Umrah Kerajaan Arab Saudi untuk memastikan pelaksanaan teknis dari kebijakanpenghentian sementara masuknya jamaah umrah ke Arab Saudi. Selain itu juga akanterus memastikan keberadaan jamaah umrah warga negara Indonesia yang saat inisudah berada di wilayah Arab Saudi.

Seperti diketahui, pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menerbitkanaturan tentang larangan bagi jemaah umrah masuk ke Arab Saudi setelah melihatpenyebaran COVID-19 atau corona virus yang begitu masif di berbagai negara.

Sementara itu, M Yasan, tour leader umroh dari PT AtinaRahmataka Wisata yang sedang berada di Mekkah, Arab mengaku sudah menerimakabar tersebut. Meski demikian, kabar itu tidak berpengaruh terhadap jamaahumroh yang ada di Tanah Suci. “Semua masih sesuai dengan jadual, tidak adaperubahan. Kebetulan ini rombongan kami sudah hendak kembali ke Indonesia,”katanya.

Dia mengatakan kemungkinan yang terdampak atas kebijakantersebut adalah jamaah yang akan berangkat. Hal itu juga berdampak pada jamaah dariperusahaan travelnya yang akan berangkat mengalami penundaan. Bahkan belumdiketahui penundaan itu sampai kapan dan masih menunggu kabar lebih lanjut.

“Jamaah yang sudah berada di Mekah normal. Jadwal kepulangantidak ada perubahan untuk travel saya. Jamaah di Masjidil Haram juga beribadahnormal, mas,” katanya saat dihubungi lenteratoday.com. (fa/ufi)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.