07 April 2025

Get In Touch

Buku Kapiten Pasuruan: Gus Irsyad Si 'Artulang' yang Menginspirasi

Gus Irsyad meluncurkan buku berjudul 'Kapiten Pasuruan' di hari ulang tahunnya ke-51, Selasa (9/11/2021) malam. (Foto:humas)
Gus Irsyad meluncurkan buku berjudul 'Kapiten Pasuruan' di hari ulang tahunnya ke-51, Selasa (9/11/2021) malam. (Foto:humas)

PASURUAN (Lenteratoday)- Siapa sangka sosok 'artulang' istilah untuk singkatan arek turu langgar (Jawa: anak yang sering tidur masjid) menjadi sosok inspiratif dan membanggakan, khususnya bagi Kabupaten Pasuruan. Hal itu tertulis dengan apik dan sederhana dalam buku berjudul 'Kapiten Pasuruan'. Buki ini bercerita tentang kisah hidup Bupati Pasuruan, H.M Irsyad Yusuf sejak masa kecilnya.

"Buku berjudul Kapiten Pasuruan merupakan cerita waktu kecil saya. aktivitas di NU khususnya, juga termasuk cerita saat Pak Wabup Gus Mujib jadi mentor saya. Karena beliau waktu itu merupakan ketua PCNU dan saya Ketua IPNU," tutur Gus Irsyad dalam sebuah talkshow di sebuah stasiun televisi, yang bertepatan dengan hari ulang tahun ke-51, Selasa (9/11/2021) malam.Walhasil buku ini pun menjadi kado istimewa bagi masyarakat secara umum. Pasalnya banyak pengalaman hidup yang bisa dipetik di dalamnya.

Acara yang digelar di gedung Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti Pasuruan berlangsung oenuh keceriaan sekaligus haru. Tampak hadir sang ibu Nyai Hj.Sholihah. Sang ibu tampak berkaca-kaca saat memeluk Gus Irsyad. Hadir pula saudara kadung Gus Irsyad yang merupakan Walikota Pasuruan, Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul. Sang istri, anak dan keluarga serta para tamu berkumpul mengikuti kegiatan itu .

Beberapa orang disebut Gus Irsyad berperan dalam penulisan buku tersebut. Selain Gus Hakim dari TV 9, dia juga menyebut Kadinperpus dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan Ridwan dan Editor buku yang juga ketua FPK, Forum Pembauran Kebangsaan Bayhaqi Kadmi.

Tentang awal ide penulisan Kadinperpus dan Kearsipan Ridwan mengatakan, "Kepada saya waktu kunjungan, waktu ngopi-ngopi, Pak Bupati pernah bilang ingin menerbitkan buku. Alhamdulillah hari ini bisa dilaunching pas hari lahirnya, 9 November 2021."

Ibu Nyai Hj.Sholihah tampak memeluk Gus Irsyad (kanan). Gus Irsyad bersama Ibu dan saudaranya, Gus Ipul yang menjabat sebagai Walikota Pasuruan

Sementara itu, mengulas dari sisi editorial Bayhaqi Kadmi menyebut nama Gus Hakim yang turut berperan."Saya hanya menghaluskan bahasa saja. Satu buku yang istimewa karena ditulis dengan gaya bahasa Saya bukan Aku sebagaimana umumnya," tutur Gus Bay yang juga biasa dipanggil Gus Amak.

"Di dalam buku tersebut Pak Bupati menyebut istilah Artulang, Arek Turu Langgar, lalu saya usulkan ditambah Argatas, Arek Gak Tau Sangu. Hal ini sebetulnya biasa untuk Arek Pasuruan akan tetapi Pak Bupati mewujudkannya menjadi istimewa yakni lewat wajib Madin, Madrasah Diniyah yang sukses di Kabupaten Pasuruan," papar Gus Bay ketika mendapat kesempatan berbicara.

Sementara, Gus Ipul mengungkapkan harapannya agar buku ini bisa menjadi inspirasi."Ini yang istimewa, akhir jabatan kan kurang 2 tahun perlu satu legazy,warisan. Apakah program pembangunan atau buku seperti ini. Akan menjadi inspirasi bagi siapapun yang melanjutkan," jelas Gus Ipul

Berlangsung sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, acara juga dilengkapi kejutan potong kue sebagai bentuk rasa syukur. Wabup, Gus Mujib juga memberikan kado spesial berupa foto Bupati Pasuruan Gus Irsyad mengapit ibundanya Nyai Hj.Sholihah Yusuf bersama Wali Kota Pasuruan Gus Ipul.

"Semoga apa yang diharapkan dan doa yang diberikan oleh bu Nyai Hj.Sholihah dikabulkan oleh Allah,"tutur Gus Mujib saat memberikan hadiah.(*)

Reporter: Iman

Editor:Widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.