
Surabaya - Sebanyak 69 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) Pesiar Diamond Princess berhasil dievakuasi dari Yokohama, Jepang dan tiba di Bandara Internasional Kertajati di Majalengka pada Senin (2/3/2020) dini hari. Selanjutnya mereka dievakuasi di Pulau Sebaru Kecil dengan Kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso-990 milik TNI AL dari jajaran Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II.
Sebelum berlayar ke Pulau Sebaru Kecil, WNI ABK ini terlebih dulu disemprot dengan cairan disinfektan oleh petugas kesehatan. Kemudian mereka diberangkatkan dengan empat buah bus milik RSPAD Gatot Subroto menuju Pelabuhan PLN di Indramayu.

Selanjutnya dari Indramayu mereka menumpang KRI dr. Soeharso yang akan mengantar menuju Pulau Sebaru Kecil di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta sebagai lokasi observasi guna menangkal penyebaran convid-19 atau virus corona. Sama halnya dengan WNI dari Wuhan dan ABK World Dream, mereka akan menjalani masa observasi selama 14 hari.
Sebelumnya pada tanggal 26 Februari 2020 KRI dr. Soeharso lebih dulu membantu evakuasi 188 ABK World Dream di Selat Durian, Kepulauan Riau. Dalam kegiatan evakuasi tersebut, TNI AL mengerahkan empat kapal perang lainnya yakni KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Clurit- 641, KRI Krait -872 dan KAL Marapas, serta 2 buah sea reader.
Dalam upaya penanganan para ABK pasca transfer dari kapal pesiar, KRI dr. Soeharso telah siap dengan berbagai fasilitas pendukung seperti Ruang Observasi yang berada di deck B dan C. Juga ada ruang isolasi khusus bilamana ada ABK yang terindikasi terpapar Covid-19 selama masa observasi. Sedangkan untuk melindungi crew kapal maka sirkulasi udara antara dek ruang observasi dan isolasi dipisah dengan dek crew kapal dan anggota satgas.
Pada sisi lain untuk menjaga kondisi psikologis para ABK, kapal rumah sakit TNI AL ini juga dilengkapi dengan sarana olahraga dan hiburan, juga pendampingan dari personel Dinas Psikologi TNI AL yang siap memberikan mereka berbagai permainan interaktif untuk mengisi waktu. (ist)