CINA dilaporkan mendepak Amerika Serikat (AS) dari ‘takhta’ negara terkaya di dunia. Tiongkok kini merajai dengan kekayaan global yang meningkat tiga kali lipat selama dua dekade terakhir dengan nilai mencapai US$ 120 triliun. Hal ini diprediksi makin ‘memanaskan’ hubungan kedua negara adikuasa tersebut yang masih tegang soal Taiwan hingga cadangan minyak. Tak mau peribahasa ‘gajah bertarung lawan gajah, pelanduk mati di tengah-tengah’ terjadi, Indonesia pun waspada. Meski tak menjelaskan dengan detil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung masalah tapering of di AS dan besarnya laju ekspor ke Cina, menjadi ancaman. Orang nomor satu di Indonesia inipun sempat ‘menyenggol’ Menteri Luhut, Airlangga hingga Erick Thohir untuk terus mengawal komitmen investasi agar terealisasi. https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/11/18112021.pdf
[3d-flip-book id="74660" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/11/18112021.pdf">