
Madiun - Kelangkaan masker mulai dirasakan masyarakat Indonesia usai merebaknya virus corona. Bahkan di beberapa apotik di Kota Madiun, harga satuan masker yang semula Rp 500 rupiah kini menjadi Rp 5.000 ribu per masker.
Pegawai apotik yang bekerja di salah satu apotik di Jalan Imam Bonjol, Kota Madiun yang tak mau disebutkan namanya mengaku jika pihaknya sekarang tak lagi menjual satu box masker, "Sudah gak ada lagi (satu box) kita tinggal jual ini (masker) dulu kita jual Rp 500 rupiah," singkatnya

Terpisah, tak jauh dari tempat apotik di Jalan Imam Bonjol. Eni Sugiarti yang juga salah satu pegawai apotik mengatakan jika tokonya justru sudah kehabisan masker sejak awal-awal corona melanda Wuhan, China beberapa bulan yang lalu.
Selain masker, tokonya juga kehabisan antiseptik pembersih tangan. Erni mengaku alasan tokonya tak lagi menjual masker dan antiseptik tersebut dikarenakan pihak distributor tidak lagi mengirimkan stok barang.
"Dulu kami jual 1 box, harga normal Rp 35.000 perbox. Kami dulu tidak tahu kelangkaannya sampai separah ini," aku Erni.
Kendati demikian, meski tak lagi menjual masker dan antiseptik, kebanyakan pengunjung yang datang ke tokonya selalu menanyakan kedua jenis barang tersebut. Erni juga tak bisa memprediksi kapan kelangkaan masker dan antiseptik ini akan berakhir.
"Yang paling banyak pembeli yang tanya itu kemarin, waktu pemerintah ngumumin kalau Indonesia kena corona. Banyak yang tanya ke sini kemarin itu dan sekarang pun juga masih banyak," beber Erni.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kota Madiun, Edy Harmanto menjelaskan, pihaknya tidak dapat berbuat banyak atas kelangkaan masker tersebut karena merupakan kewenangan distributor. Namun ia menghimbau warga agar tidak perlu panik dan membeli masker secara berlebihan.
“Sebetulnya yang sakit saja yang pakai masker, yang sehat nggak harus pakai masker sebetulnya. Kalau peran Dinkes ya hanya pemantauan untuk masker, karena yang menjual kan distributor,” imbuhnya.
Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus corona, Edy meminta warga meningkatkan kewaspadaan. Jika menemukan gejala panas atau demam lebih 38 derajat celsius disertai baruk, pilek dan sesak nafas, segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. (Sur)