04 April 2025

Get In Touch

Budidaya Udang Vannamei, Didorong Manfaatkan Enzim 'Juara' dan Bioteknologi Herbal

Budidaya Udang Vannamei, Didorong Manfaatkan Enzim 'Juara' dan Bioteknologi Herbal

Batam- Komoditas udang telah lama menjadi salah satu andalanekspor bagi Indonesia dari sektor kelautan dan perikanan. Salah satu jenis yangdigandrungi adalah Vannamei. Sayangnya di tengah iklim yang ekstreme dankerusakan lingkungan menciptakan tantangan berat bagi petambak udang.

Hal inilah yang membuat Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI)Korda KEPRI bersama Lembaga Sertifikasi Profesi Akuakultur Indonesia (LSP-AI)menyelenggarakan Pelatihan Intensif Manajemen Bisnis Budidaya Udang Vannamei yangefisien, profitable dan berkelanjutan di Batam, 5-6 Maret 2020.

“Kegiatan ini terdiri atas materi kelas dan ujian praktik langsung di lapangan, harapannya peserta mampu meningkatkan produksi udang vannamei di Kepulauan Riau khususnya dan program nasional pada umumnya,” ujar Ketua Panitia, Dr Romi Novriadi yang juga Wakil Ketua MAI. Pelatihan ini sendiri diikuti sekitar 60 peserta terdiri dari pelaku usaha, akademisi dan stakeholder lainnya

Dalam paparannya,  Guru Besar Pada Fakultas Ilmu Kelautan danPerikanan UNHAS, Prof Dr Yushinta Fujaya yang direkomenadasikan untuk dilakukanadalah pemanfaatan bioteknologi herbal.

“Bioteknologi penting dalam meningkatkanproduktivitas.Beragam mikroba dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan danpertumbuhan udang, “ ujarnya saat Pelatihan Manajemen Bisnis Budidaya UdangVannamei di Batam pada 5-6 Maret 2020.

Dikatakan wanita yang juga merupakan Direktur LembagaSertifikasi Profesi Akuakultur Indonesia ini, beragam herbal indonesia memilikiperan penting dalam menstimulasi pertumbuhan, sebagai imunostimulan, antibakteri, anti fungal, anti virus pada budidaya udang. “Gunakan bioteknologiuntuk budidaya udang yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Dicontohkannya, beberapa tumbuhan yang bisa dimanfaatkanadalah meniran hijau, maja, urang aring, bayam, pala dan temu kunci.”Manfaatnyabanyak, bisa untuk promoter pertumbuhan, munostimulan, prebiotik dananti-bakteri,” katanya.

Selain itu dalam paparannya, Prof Yushinta juga menuliskanjika enzim memiliki peranan penting dalam pertumbuhan atau imunitas.

Terpisah, Ahmad Arif praktisi udang dan produsen enzim Juara mengatakan hal senada.” Konsep kami juga kembali ke cara alam, meyelesaikan masalahnya sendiri dengan tidak terlalu banyak inputan,” katanya.

Menurutnya, karena padatan tebar tinggi otomatis limbah dipetakan akan semakin besar. Dan ini menjadi cikal bakal masalah yang muncul .“Limbah di petakan gampang dibersihkan kalau tidak ada makhluk hidup didalamnya. Tapi karena ada udang di petakan jadi kita harus menjaga daya dukungkehidupan udang agar bisa sehat dan tumbuh,” jelasnya.

Dikatakannya, dengan penggunaan enzym (gugus protein, bukanmakhluk hidup) maka kebutuhan mikroorganisme untuk proses apapun dipetakan bisaditekan. “ Karena kalau bakteri tinggi, plankton, tinggi, limbah tinggi danudang sendiri juga sudah mulai besar, mereka akan saling berkompetisi untukhidup, mulai berebut oksigen, makanan, dan ruang,” tuturnya. .

Salah satu solusi efektif adalah teknologi enzymatic. “Dasarpemikirannya adalah limbah harus terdekomposisi secara maksimal dan cepat tanpamenggangu daya dukung hidup udang,” katanya.

Biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai Biokatalisator (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa mempengaruhi hasilreaksi) dalam suatu reaksi kimia organik. Enzym bersifat spesifik yaitu bekerjapada substrat tertentu.

Dalam enzim yang diberi nama ‘Juara’ ini,  mengandungf salah satu enzim hidrolase yangberfungsi untuk mempercepat reaksi konversi dari galaktosida menjadi galaktosa,seperti laktosa menjadi monosakarida yaitu Galaktosa dan Glukosa

Dengan enzim tersebut, perawatan, control, pencegahan danperbaikan penyakit teratasi. Biasanya kondisi ini gejala diantaranya pencegahangas, kembung dan tidak nyaman  daninsuficiensi pancreas

“Bio konversi lignosellulosa menjadi gula dan etanol memecahhemiselulosa meningkatkan serapan pakan. Jadi enzim memang dibutuhkan olehudang ini agar tumbuh dengan kualitas dan kuantitas sesuai harapan,”pungkasnya.

Acara ini juga menghadirkan, Dr. Supono, M.Si, Praktisi Tambak di Lampung dan Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) Korda Lampung.

"Pelatihan ini sangat menarik. Selain mengajarkan hal dasar mengenai budidayanya, juga mengenalkan teknologi terbaru,"tuturnya.

Hal ini sesuai dengan tujuan pelatihan yaitu merefreshpengetahuan dasar budidaya sebagai bekal uji kompeetensi dan memberikan pengayaanpengetahuan petambak.(tar)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.