05 April 2025

Get In Touch

Umrah Disetop Setahun, Haji Terancam

Umrah Disetop Setahun, Haji Terancam

Surabaya - Kabar kurang sedap datang dari Arab Saudi yang memutuskan menghentikan sementara kunjungan umrah selama satu tahun ke depan akibat wabah corona. Terkait haji yang jadwal keberangkatnnya dimulai Juni nanti, hingga kini juga tak ada kepastian. Bila perjalanan ke tanah suci tahun 2020 ini dihentikan semua, sedikitnya 1 juta calon jemaah umrah dan 231 calon jemaah haji Indonesia terancam batal berangkat.

Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk menunda semua kegiatan umrah hingga waktu yang belum ditentukan. Hal tersebut menyusul perkembangan epidemi virus Corona (COVID-19) yang mulai bermunculan di berbagai negara.

"Penundaan ini bersifat temporer, berlaku untuk penduduk di Arab Saudi ataupun mereka yang datang berkunjung," ujar pemerintah Arab Saudi sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Kamis (5/3).

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi juga sudah mengindikasikan penundaan ibadah haji tahun ini. Jika hal itu terjadi, di mana ibadah haji dan umrah sama-sama ditunda, otomatis Arab Saudi tidak akan memiliki pendapatan dari sisi tersebut sepanjang 2020.Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga melarang kunjungan ke Masjid Nabawi di Madinah.

Larangan akan sangat besar pada saat ini tahun, karena Ramadhan dimulai pada bulan April dan bulan suci dianggap sebagai periode yang menguntungkan bagi umrah. Jemaah umrah dan haji adalah penyumbang pendapatan utama Arab Saudi. Sekitar sepertiga dari 18,3 juta Jemaah umrah pada tahun 2018 adalah pengunjung dari luar negeri. Sementara, saat musim haji sekitar 2,5 juta umat melakukan perjalanan ke Arab Saudi dari seluruh dunia pada tahun 2019.

Beberapa pihak mengatakan penundaan ibadah haji dan umrah dilakukan di tengah epidemi virus Corona adalah langkah yang bisa dipahami. Dalam setahun, Arab Saudi bisa menerima hingga 18,3 juta Jemaah yang datang untuk melakukan umrah. Jika jutaan Jemaah itu berkumpul di satu tempat dan salah satunya terindikasi tertular virus Corona, maka penyebaran menjadi hal yang sulit dihindarkan.

"Hal tersebut adalah langkah waspada yang bisa dipahami walaupun akan menimbulkan konsekuensi ekonomi," ujar Karen Young, akademisi dari American Enterprise Institute sebagaimana dikutip dari Channel News Asia.

Karen menambahkan bahwa penundaan ibadah umrah dan haji akan menjadikan tahun 2020 sebagai tahun yang berat bagi Arab Saudi. Sebab, Arab Saudi cukup bergantung pada sisi wisata religius untuk menutupi dampak dari penurunan harga minyak dunia. Jika tidak ada pemasukan dari sisi wisata religius, maka pertumbuhan ekonomi Arab dipastikan akan menurun.

"Akan menjadi pukulan yang telak apabila wisata religius, yang merupakan bagian dari reformasi ekonomi Arab Saudi, terganggu," ujar Karen. Sebagai catatan, per hari ini, sudah ada dua kasus virus Corona (COVID-19) di Arab Saudi.

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan Kerajaan Saudi masih menunggu perkembangan kondisi dunia terkait meluasnya corona. "Kalau kita tanya (perihal kepastian pelaksanaan haji) jawabannya pasti sama lihat perkembangan lebih lanjut," katanya. (fa/ist)

Berita lebih lanjut bisa download di sini

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.