06 April 2025

Get In Touch

Dengan Cara Ini, Konsumsi Energi AC Bisa Berkurang 10%

Dengan Cara Ini, Konsumsi Energi AC Bisa Berkurang 10%

Surabaya– Sudahbanyak diketahui bahwa konsumsi energy paling banyak pada konstruksi gedungtinggi adalah penggunaan air conditioner(AC). Masalah inilah yang menjadi perhatian Randi Purnama Putra, mahasiswaprogram doktor Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember(ITS) Surabaya hingga akhirnya melakukan penelitian untuk meningkatkan efisiensienergi dalam sistem tata udara.

Melalui disertasi berjudul Studi Numerik dan Eksperimen Reduksi Pressure Drop pada Square Elbow 90 Derajat dengan Penambahan CircularTubulator, Randi berhasil sandang gelar doktor usai sidang terbuka promosidoktor di Ruang D-201 Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri danRekayasa Sistem (FTIRS) ITS.

Lelaki yang berhasil menyelesaikan studi doktoralnyahanya dalam tujuh semester ini menjelaskan bahwa saluran udara (ducting) merupakan komponen pentingdalam sistem tata udara. Hal tersebut dikarenakan ducting memegang peranan untuk mensirkulasikan udara dari suaturuangan ke ruangan lainnya.

Dalam penggunaan AC, menurut Randi, ducting menyumbang konsumsi energi yangcukup besar. Yakni sebanyak 10 persen dari total energi yang dibutuhkan AC.“Jika konsumsi energi oleh ducting systemdapat dikurangi, maka konsumsi energi AC akan lebih efisien pula,” papar Randi dalampresentasi disertasinya.

Mahasiswa yang lulus sebagai doktor ke-13 dariDepartemen Teknik Mesin ITS itu melanjutkan, konstruksi ducting sendiri terdiri dari berbagai komponen penunjang. Sepertikatup (valve) yang mengatur debitaliran udara, guide vane yang dapatmengarahkan aliran, dan elbow 90derajat untuk membelokkan arah aliran udara.

Pemasangan elbowdapat mengatur arah aliran, sehingga instalasi terpasang sesuai kondisi yangdibutuhkan. “Namun pemasangan elbowpunya dampak lain jika dilihat dari segi penggunaan energi,” ungkap dosen di UniversitasNegeri Padang tersebut.

Dijelaskan Randi juga, kerugian konsumsi energi padasistem yang menggunakan elbow terjadikarena adanya pressure drop. Yakni ada penurunan tekanan akibatgaya gesek yang disebabkan resistensi pipa saluran terhadap aliran.

Melalui studi numerik dan eksperimen dalamdisertasinya, Randi membuktikan bahwa besar pressuredrop dapat direduksi dengan menggunakan circularturbulator. “Dengan menurunnya pressuredrop, maka sistem akan lebih efisien dalam mengonsumsi energi,” papar doktoryang berhasil lulus dengan IPK 4,00 dan menyandang predikat amat memuaskan tersebut.

Dipromotori oleh Prof Ir Sutardi M Eng PhD dan DrWawan Aries Widodo ST MT, Randi berharap ke depannya dapat mengembangkanpenelitiannya lagi. “Semoga bisa dilakukan lagi riset yang menggunakanturbulator dengan berbagai versi,” tutupnya berharap. (ins/ufi)

Share: