
Blitar - Sebagai salah satu daerah yang rawan bencana di Jawa Timur, Polres Blitar menggelar Apel Tanggap Bencana di Mapolres Talun, Senin (9/3/2020).
Apel Tanggap Bencana ini dilaksanakan untuk mewujudkan sinergitas seluruh pihak, dalam penanggulangan bencana alam. Dengan peserta apel diantaranya : Polri, TNI, Sat Pol PP, BPBD, Tagana, Dishub, Rapi, Orari, Pramuka dan Dinkes. Dengan pimpinan apel : Kapolres Blitar, Bupati Blitar dan perwakilan Kodim 0808 dan Danyon 511.
"Meskipun sudah pernah dilaksanakan apel semacam ini, tapi kenyataanya saat terjadi bencana masih saling lempar," tutur Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani dalam sambutannya.
Oleh karena itu Polres Blitar berinisiatif menggelar Apel Tanggap Bencana Alam di Kabupaten Blitar, untuk mewujudkan sinergitas seluruh pihak TNI, Polri, BPBD, Tagana, Dinkes, Rapi dan lainnya. "Dengan sinergitas ini, kedepan ketika terjadi bencana tidak saling menunggu lagi. Tapi langsung tanggap dan terjun ke lokasi," tandasnya.
Hal ini disampaikan AKBP Fanani karena pengalamannya, sebagai saksi sekaligus pelaku sejarah Bencana Tsunami di Aceh pada 2004 silam. "Kedepan BPBD harus dikembangkan, jika ada kekurangan peralatan harus ditambah," tegas AKBP Fanani.
Sementara itu Bupati Blitar, Rijanto mengungkapkan jika 7 kecamatan termasuk daerah rawan bencana yaitu Kecamatan Sutojayan, Selorejo, Doko Selopuro, Talun, Garum dan Kanigoro. 7"
Oleh karena itu sangat setuju dengan inisiatif Pak Kapolres, utk mewujudkan sinergitas seluruh pihak dalam hal tanggap bencana alam di wilayah Kabupaten Blitar," kata Bupati Rijanto.
Pada apel ini juga digelar persiapan peralatan, untuk penanggulangan bencana mulai dari cangkul, sepatu karet, gergaji mesin, perahu karet sampai sepeda motor trail. (ais)