
JAKARTA,LETRA.ID-Gaya hidup sedentari belakangan tengah ramai diperbincangkan. Gaya hidup sedentari adalah kebiasaan-kebiasaan dalam hidup yang tidak melibatkan banyak aktivitas fisik, atau dengan kata lain tidak banyak melakukan gerak.
Menurut berbagai penelitian, gaya hidup ini menjadi salahsatu penyebab utama individu terserang penyakit tidak menular. Dengan kemajuanteknologi, banyak sekali individu yang kurang melakukan aktivitas fisik danduduk terlalu lama.
Contohnya, mereka lebih memilih melakukan aktivitassehari-hari melalui aplikasi. Pesan makanan lewat aplikasi, pergi ke satutempat memesan kendaraan lewat aplikasi, belanja kebutuhan lewat aplikasi, danlainnya. Mereka hanya tinggal duduk diam, menunggu semua pesanannya datang.
Padahal mungkin mereka juga telah duduk selama berjam-jam dibelakang meja kerja. Penelitian terbaru pun menyoroti kondisi tersebut.
Berdasarkan data analisis pada penelitian yang dilakukanoleh sejumlah ahli di Sekolah Ilmu Olahraga Norwegia, para peserta yang duduklebih dari 9,5 jam per hari dapat mengalami kematian dini. Namun hal berbedaterjadi pada mereka yang aktif secara fisik.
Melansir Mirror, para ahli menganalisis data dari lebih dari36.000 orang dewasa dengan usia rata-rata 62 tahun. Mereka mengkategorikantingkat aktivitas peserta mulai dari yang paling tidak aktif hingga yang palingaktif. Hasilnya, sebanyak hampir 6% peserta meninggal dalam jangka wakturata-rata 5,8 tahun.
Sekira 5 orang dari kelompok paling tidak aktif meninggaldalam kurun waktu tersebut. Jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengantingkat kematian di kelompok yang aktif hingga paling aktif. Menurut para ahli,secara teratur melakukan kegiatan berintensitas apa pun terkait dapatmengurangi risiko kematian dini hingga 70%.
"Temuan kami memberikan bukti ilmiah yang jelas bahwatingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko lebih rendahuntuk kematian dini. Sebaliknya, semakin lama individu berdiam diri, semakinbesar dirinya mengalai kematian dini," ujar Profesor Ulf Ekelund yangmemimpin penelitian tersebut.
Para ahli mengatakan, hasil penelitian ini memberikan datapenting untuk kampanye kesehatan masyarakat. Mereka menyarankan pesan agarmasyarakat duduk lebih sedikit (jumlah waktunya) serta bergerak lebih banyakdan lebih sering. Hasil penelitian ini kemudian diterbitkan dalam BritishMedical Journal.(okz)