06 April 2025

Get In Touch

‘Penjajah’ Itu Bernama Kedelai Impor [Koran Digital Kamis,13/1/2022]

https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/01/13012022.pdf">

INDONESIA belum merdeka dari ‘penjajahan’ bentuk baru, karena masih tingginya ketergantungan terhadap komoditas impor. Ironisnya, kedelai sebagai bahan baku makanan rakyat tahu-tempe juga tersandera stok dari luar negeri. Indonesia rata-rata melakukan impor kedelai 2,59 juta ton per tahun. Sebagai negara agraris, apa kabar panen petani? Sedihnya, ternyata secara rata-rata 5 tahun terakhir produksi kedelai nasional tumbuh negatif alias melorot 15,54% per tahun. Tergerusnya luas area tanam rata-rata 11,97% per tahun dituding menjadi pemicunya. Kementerian Pertanian (Kementan)  pun mengakui makin tergantungnya negeri ini terhadap kedelai asing. Data periode 2015-2019, tingkat ketergantungan impor (Import Dependency Ratio/IDR) ada di posisi 78,44%. Target swasembada kedelai pun tinggal mimpi.https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/01/13012022.pdf

[3d-flip-book id="81421" ][/3d-flip-book]
Share:
Lentera Today.
Lentera Today.