04 April 2025

Get In Touch

Khofifah Hadiri Jalan Sehat Bershalawat

Khofifah Hadiri Jalan Sehat Bershalawat

SURABAYA,LETRA.ID-Dalam momen peringatan tahun baru 1Muharram 1441 Hijriyah, Gubernur Jawa Tinur Khofifah Indar Parawansa mengajakseluruh masyarakat untuk merefleksikan bagaimana Nabi Muhammad SAW membangunKota Madinah yang penuh toleransi di tengah keberagaman.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah usai melepas JalanSehat Bersholawat yang digelar dalam rangka memperingati Tahun Baru 1 Muharram1441 H di halaman luar Masjid Al-Akbar Surabaya, Minggu (1/9).

Peserta jalan sehat bersholawat membludak dari segala usiaturut berpartisipasi. Bahkan total peserta mencapai sepuluh ribu peserta.

Dalam kegiatan ini turut hadir sejumlah tokoh lintas elemendi Jawa Timur. Selain Khofifah, hadir pula Wagub Emil Elestianto Dardak, KetuaPWNU Jawa Timur Kiai Marzuki Mustamar, Kiai Abdushomad Ketua MUI Jawa Timurserta ulama seperti KH Muzakky Al Hafidz, dan Prof Dr KH Ridwan Nasir.

Khofifah menegaskan, tahun baru Islam 1 Muharram 1441Hijriah ini memiliki makna besar.

Momen ini tak lain memperingati perjuangan Rasulullah SAWdalam membangun persemaian kehidupan yang lebih baik. Yang dibangun di ataspilar keberagaman dalam harmoni dan toleransi.

"Tahun baru hijriyah merupakan penanda perjuanganRosulullah untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia," tegas wanitayang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Pasalnya nuansa tahun baru Hijriyah ini sangat saintifik.Yang mengingatkan umat muslim akan perjuangan Rasulullah SAW hijrah dari Makkahke Yastrib yang kemudian dikenal dengan kota Madinah."Sesungguhnyareferensi penting bagi kita khususnya warga bangsa Indononesia yang sangatberagam seperti keberagaman warga kota Madinah tetapi dapat hidup rukunharmoni,” tegasnya.

Momen hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah membawa semangtuntuk hijrah menjadi lebih maju dan lebih baik. Hal itupun butuh direfleksikanpada zamaan saat ini.Jika kemarin masih ada ketertinggalan, maka sekarangmanusia harus bergerak ke arah yang lebih maju.

Jika ada yang miskin, maka harus bergerak untukmenyejahterakan, dan jika ada yang belum terdidik, maka kita harus bergerakuntuk mencerdaskan.Maka yang harus digarisbawahi menurut Khofifah adalah saatini yang dibutuhkan adalah menguatkan semangat juang dan kebersaman untuk bisamewujudkan itu semua. Agar Indonesia dan Jawa Timur bisa menjadi semakinberkemajuan.

"Refleksi ke Indonesiaan kita juga begitu. Negara kitaIndonesi adalah negara yang besar. Terdiri dari banyak suku, bahasa, agama.Maka kita butuh mencontoh bagaimana Rasulullah membangun Kota Madinah yang jugaberagam suku namun bisa hidup berdampingan penuh toleransi," pungkasnya.(Ace)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.