04 April 2025

Get In Touch

Jamhadi : Jangan Minder Mulai Usaha Dari Nol

Jamhadi : Jangan Minder Mulai Usaha Dari Nol

SURABAYA-LETRA.ID- Memulai bisnis atau usaha tidaklah mudah.Menyusun agar sebuah bisnis menjadi ladang cari pundi-pundi rupiah butuh banyakpersiapan. Mulai dari ide, modal, tempat, target pemasaran, kompetitor, keunggulanserta perbedaan akan bisnis yang dibangun. Terkadang menjalankan suatu bisnistidak langsung mendapatkan untung melainkan buntung yang diterima. Hasil minusyang didapatkan membuat harus memutar otak agar bisnis tetap berjalan denganstrategi marketing yang baru.

Sabtu (31/8), Surabaya Digital City (SDC) gelar diskusisederhana Ngobrol Pintar Netizen (NGOPI). Dalam acara ini mendatangkan narasumber DR. Ir. Jamhadi, MBAselaku Direktur Kadin Institute dan juga mantan ketua kamar dagang dan industri (Kadin) Surabaya yangsudah menjabat selama 2 periode ini. acara ini mengambil tema :Bisnis Suksesdari Minus.

Proses pengembangan bisnis memang tidak mudah, terlebih jikaterjadi minus. Tapi ini lah yang membuat para pengusaha termotivasi terus mencari jalan agarbisnis yang dijalankan membuahkan hasil dan bisa bermanfaat bagi banyak orang.Bagitu juga dengan Jamhadi, berada di lingkungan yang serba kekurangan ekonomi membuatnyatermotivasi.

“Saya ini berada di lingkungan yang serba kekurangan, tapi dari sini saya bersyukur, karena bisa termotivasi untuk terus maju, kuncinya cuman satu jadikan motivasi,” ungkap Jamhadi.Ia juga menjelaskan untuk menjadi pengusaha yang sukses itu tidak selalu dari kalangan yang dilahirkan dari piring emas tetapi bagaimana kita juga memliki framing atas diri sendiri. Yang memulai usaha dari nol juga bisa sukses asal apa yang dikerjakan bisa dilakukan secara ulet dan telaten.

Saat menjabat sebagai ketua Kadin selama 2 periode. Ada program yang dinamakan klinik bisnis kadin kota Surabaya. Dalam program ini kita banyak mengajarkan banyak kepada orang-orang yang ingin membuka usaha. Dari yang tidak tau bisnis jadi mengerti bisnis, klinik ini sendiri juga memotivasi bagaimana hidup secara mandiri, akhirnya banyakyang tertarik dengan peluang bisnis.

Kemudian dari yang setelah belajar bisnis tadi memlikiusaha. Setelah memiliki usaha mikro kecil, menengah menjadi besar, dan setelah besar jatuh lagi, karenapertumbuhan usahanya terlalu cepat. Setelah mereka jatuh bagaimana mendiskusikan tentang solusi-solusisupaya bisnis tadi menjadi sehat kembali.

Kebanyakan pengusaha yang gulung tikar dengan cepat karenatidak adanya Standart Operasional Kerja (SOP). Ini adalah hal penting yang harus di perhatikankarena dengan adanya SOP, proses berjalanannya usaha dapat tertata dan dapat dilihat infografiknya.

“Kebanyakan temen-temen yang merasa sudah tumbuh bisnisnya,mereka kurang memperhatikan prinsip-prinsip yang sehat. Prinsip bisnis yang sehat adalahmereka yang memilki SOP, kemudian setelah itu mereka harus berani membuat satu kepecayaanmendelegasikan, supaya apa yang kita kerjakan bisa dikerjakan yang lainnya. Supaya kitamemikirkan inovasi-inovasi bisnis yang lain . kalau kita jalankan sendiri tidak akan bisa berkembang. Harus adasistem yang berjalan,” tuturnya.

Jamhadi juga menjelaskan pertumbuhan pengusaha di Surabayasangatlah pesat. Data menyebutkan 5 tahun lau yang dimana pengusaha mencapai angka 1,7 % kinidi Surabaya sudah pada angka 3,78 % peningkatkan terjadi 2 kali lipat. Artinya dapat dilihatsemangat akan berwirausaha sangatlah tinggi.

Jamhadi juga mengatakan sangat bersyukur akan kepemimpinanwalikota dari zaman Bambang DH hingga Tri Rismaharini karena anak milenial kota surabayaterinspirasi dari kempemimpinan Walikota. Banyak memberikan satu dorongan motivasi karenalingkungannya menjadi lebih tertata mereka lebih adaptif dengan lingkungannya.

“Saya meyakini warga surabaya hari ini memiliki satukebersamaan yang lebih tinggi karena kotanya diperhatikan oleh seorang Walikota yang luar biasa,”Ungkapnya

Diakhir diskusi ada sedikit motivasi yang diberika Jamhadi“Majunya sebuah bangsa ada ditangan pemuda, mari pemuda kepalkan tangan. Surabaya Hebat,Hebat,Hebat Alhamdulilah, Amin,”Tutupnya. (Ard/Ace)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.