
MAROKO (Lenteratoday) - Setelah empat hari terjebak di dalam sumur sedalam 32 meter, Rayan Oram, akhirnya meninggal dunia. Bocah Maroko yang terjebak sejak Rabu (2/2/2022) ini ditemukan oleh tim penyelamat pada hari Sabtu (5/2/2022) waktu setempat.
Pihak Istana Kerajaan, memberikan pernyataan bahwa, Raja Mohammed VI dari Maroko menelepon keluarga Rayan untuk menyampaikan belasungkawa.
"Menyusul kecelakaan tragis yang merenggut nyawa anak Rayan Oram, Yang Mulia Raja Mohammed VI, semoga Tuhan melindunginya, menelepon Tuan Khaled Oram, dan Nyonya Wassima Khersheesh, orang tua almarhum yang meninggal dunia, setelah jatuh ke dalam sumur," kata pernyataan tersebut dilansir People, Minggu (6/2/2022).
Ibu Rayan menyampaikan bahwa putranya sedang bermain di dekatnya sebelum menghilang. Setelah dicari ternyata sang ibu mendengar tangisan Rayan dari dalam sumur yang terletak di dekat rumahnya di Maroko Utara. Kejadian ini kemudian dilaporkan dan pihak berwenang datang untuk melakukan upaya penyelamatan.
Awalnya, upaya penyelamatan dilakukan dengan menggunakan tali. Termasuk untuk mengirim makan dan minuman pada Rayan yang ada di dalam sumur. Sang ayah pun sempat melihat Rayan minum air yang dikirimkan itu.
"Dia bergerak dan minum sedikit air. Saya yakin dia akan baik-baik saja, Tuhan tolong dia," kata Khaled, ayah Rayan saat diwawancarai stasiun televisi milik pemerintah Maroko.
Menurut laporan Reuters, Rayan juga disuplai dengan oksigen melalui tabung. Sedangkan untuk upaya penyelamatan, tim penyelamat menggunakan mesin untuk membantu menggali jalur paralel ke bocah itu.
Outlet lokal Le360 melaporkan bahwa dua penyelamat, yang hanya beberapa inci dari Rayan, telah mulai menggali secara manual.
Sementara itu, The New York Times juga melaporkan seorang penyelamat memberi tahu bahwa mereka harus terus berhati-hati dalam upaya penyelamatan untuk mencegah kemungkinan terjadinya keruntuhan. Petugas menyelamat mengatakan bahwa tahap ini adalah yang paling penting dan paling rumit.
Tenaga medis juga sudah disiagakan, termasuk diantaranya adalah helikopter juga sudah bersiaga di lokasi sumur. Semua dilakukan untuk memberikan pertolongan secepat mungkin pada Rayan.
Peristiwa naas yang menimpa Rayan ini menjadi pusat pertahian masyarakat. Bahkan ribuan ribuan orang menonton upaya penyelamatan melalui streaming langsung. Selain itu, warga juga banyak yang berupaya melihat langsung upaya penyelamatan di sekitar lokasi kejadian. Sayangnya, Rayan tidak terselamatkan lagi. (*)
Sumber : Antara
Penulis : Lutfiyu Handi