07 April 2025

Get In Touch

Kronologi Jatuhnya Rayan hingga Nyawanya Tak Terselamatkan

Kronologi misi penyelamatan Rayan, bocah 5 tahun yang terperangkap selama 4 hari di sumur sedalam 32 meter (Twitter/@Marchforward)
Kronologi misi penyelamatan Rayan, bocah 5 tahun yang terperangkap selama 4 hari di sumur sedalam 32 meter (Twitter/@Marchforward)

MARAKESH (Lenteratoday) -Hastag #SaveRayan menggema di Twitter pada Sabtu, 5 Februari 2022.

Diketahui Rayan seorang bocah di Maroko jatuh ke dalam lubang sedalam 32 meter.

Upaya penyelamatan Rayan akhirnya berakhir duka. Bocah berusia 5 tahun tersebut berhasil dievakuasi oleh petugas, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Dilansir New York Times, media pemerintah melaporkan Raja Maroko Mohammed VI langsung menelepon kedua orang tua Rayan untuk menyampaikan belasungkawa. 

"Menyusul kecelakaan tragis yang merenggut nyawa anak Rayan Oram, Yang Mulia Raja Mohammed VI, semoga Tuhan melindunginya, menelepon Tuan Khaled Oram, dan Nyonya Wassima Khersheesh, orang tua almarhum yang meninggal dunia setelah jatuh ke dalam sumur," kata pernyataan itu.

Menurut kantor berita MENA, Rayan sudah meninggal sebelum petugas berhasil mencapainya.

Rayan yang saat ini berumur 5 tahun jatuh terperangkap ke dalam sumur di sebuah desa utara Ighran Provinsi Chefchouen, Maroko sejak Selasa, 1 Februari 2022.

Lubang tempat Rayan terperangkap ini adalah tempat dimana cara tradisional masyarakat sekitar mencari air saat keadaan sulit.

Sayang, sumur dan galian yang dalamnya mencapai puluhan meter ini tidak ditutup setelah digunakan dan akhirnya mengakibatkan kecelakaan ini terjadi.

Dilansir dari akun Twitter @mwv_mystic, orang pertama yang menyadari hilangnya Rayan adalah sang ibu yang mengatakan Rayan tiba-tiba menghilang saat bermain di sekitar lokasi pada Selasa sore.

Keluarga Rayan kemudian mencarinya dan sadar jika Rayan terjatuh ke dalam galian sumur sedalam 32 meter tersebut.

Petugas penyelamat yang datang segera membuat alat bantu agar Rayan bisa bertahan hidup.

Salah satu bentuk ungkapan warga lewat media sosial (@Twitter)

Petugas berhasil membuat jalur oksigen dan mengalirkan air untuk minum Rayandengan menggunakan selang.

Media lokal juga melaporkan bahwa anak tersebut terlihat mengambil makanan dan air yang dijatuhkan kepadanya menggunakan tali.

Kemudian tim penyelamat membuat galian secara horizontol sejauh tiga meter untuk menghubungkan galian ke sumur lokasi Rayanterjebak. Tujuannya tentu saja agar tidak terjadi longsor yang akan menimbun Rayan.

Namun petugas penyelamat belum bisa mengevakuasinya karena lubang yang kecil dan sulit terjangkau.

Petugas juga menurunkan kamera agar kondisi Rayan dapat dipantau selama proses evakuasi berlangsung.

Hingga Minggu 6 Februari 2022 dini hari proses penyelamatan masih berlangsung. Skema yang dilakukan adalah dengan menggali di sisi lain tempat Rayan terperangkap.

Informasi soal kondisi Rayan yang dikatakan masih hidup ternyata tidaklah benar. Netizen hampir dari seluruh penjuru dunia akhirnya menyampaikan ucapan bela sungkawa (*)

Editor: Arifin BH, dari berbagai sumber

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.