PTM Surabaya Kembali 50 Persen, DPRD: Butuh Partisipasi Semua Sektor Tekan Penyebaran Covid 19

SURABAYA (Lenteratoday) – Dinas Pendidikan Kota Surabaya pada rapat evaluasi dengan Komisi D DPRD Kota Surabaya mengonfirmasi akan diberlakukannya PTM 50 persen di Surabaya. Hal itu setelah mendapat instruksi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyusul angka kasus covid-19 yang kembali melonjak. Surabaya saat ini berada di angka 16,4 persen jumlah kasus covid -19. Apabila menginjak angka 20 persen per 100 ribu penduduk, maka status daerah tersebut menjadi level 2.
Berdasarkan hal itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Cahyo Siswo Utomo, S.T merespon kebijakan itu dengan positif. Menurutnya, adanya aturan PTM 50 persen di dunia pendidikan harus diperhatikan mangkus sangkilnya, karena apapun kebijakannya harus mengedepankan keselamatannya, (07/02/22).
“Putusan ini pasti berdasarkan validitas data yang ada. Jadi, di saat (covid) ini naik, kebijakan pemerintah menerapkan PTM 50 persen cukup sesuai. Ini juga untuk kebaikan masyarakat agar kasusnya tidak terus naik, kita tidak berharap seperti di Jakarta atau manapun dan berharap di Surabaya bisa kondusif lagi,” kata Cahyo di depan ruang rapat komisi D.
Cahyo mengatakan PTM 100 persen dengan menerapkan shift yang dijadwalkan terperinci, civitas akademika dan orang tua merasa terbantu karena anaknya dapat menerima pendidikan tatap muka kembali.
Terlepas dari itu, karena ini untuk keselamatan bersama, Cahyo menekankan agar level covid tidak terus naik, maka semua warga harus berpartisipasi mewujudkan hal itu. Kegiatan-kegiatan yang tidak penting harus kembali dikurangi, mobilitas yang mengundang kerumunan harus dihindari, agar penyebaran kasus covid-19 bisa diantisipasi dan tidak meluas.
“PTM 50 persen sudah mulai dilakukan, hal-hal lain juga harus diketati, seperti RHU dan tempat destinasi wisata lain, jadi tak hanya dunia pendidikan saja, tetapi tempat lain yang mengundang kehadiran siswanya juga harus dibatasi,” tegas Cahyo.
“Jadi, esensi dari PTM 50 persen ini adalah untuk mengurangi mobilitas kerumunan, mas. Ke depannya harus lebih bijak, tidak hanya PTM saja 50 persen tetapi di semua sektor, dimana untuk kebaikan dan keselamatan masyarakat Surabaya,” tutup Cahyo di depan ruang rapat Komisi D dengan penuh harap.(Adv)
Reporter: Ryan Rizky | Editor : Endang Pergiwati