07 April 2025

Get In Touch

Putin Perintahkan Militer Ukraina Lakukan Kudeta, Presiden Zelensky Siap Dialog

Putin Perintahkan Militer Ukraina Lakukan Kudeta, Presiden Zelensky Siap Dialog

KIEV ( Lenteratoday)-Di tengah invasi Moskow ke Ukraina , Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan kepada militer Kiev untuk menggulingkan Pemerintahan Presiden Volodymyr Zelensky.

Seruan tersebut disampaikan Putin dalam pidato yang disiarkan di televisi Rusia pada Jumat (25/2/2022)waktu setempat, hari kedua serangan Rusia ke Ukraina.

“Ambil kekuasaan ke dalam genggaman tangan Anda [militer Ukraina], ini akan mempermudah kita untuk mencapai kesepakatan,” ujar Putin, sebagaimana dikutip dari Reuters Sabtu (26/2/2022).

Dalam pidatonya, Putin mendeskripsikan pimpinan Ukraina saat ini sebagai teroris dan geng pecandu narkoba.

“Tampaknya akan lebih mudah bagi kami untuk bersepakat dengan Anda [militer Ukraina] dibandingkan dengan geng pecandu narkoba dan para neo-Nazi ini,” beber Putin, merujuk pada kepemimpinan Zelensky.

Ia turut mengapresiasi pasukan Rusia yang telah melakukan invasi di Ukraina—atau yang disebut sebagai operasi militer khusus di Donbass oleh Moskow.Menurut Putin, pasukan Rusia telah bertindak secara berani, profesional, dan heroik.

Sebelumnya dikabarkan, Kremlin setuju mengirimkan delegasi ke Minsk, Belarusia, untuk untuk berdialog dengan Ukraina.
Pasukan Rusia saat ini dilaporkan semakin mendekat ke pusat Ibu Kota Kiev. Mereka dikabarkan telah memasuki Distrik Obolon, berlokasi 9-10 km dari Istana Kepresidenan Ukraina.

Ukraina Siap Berdamai
Di sisi lain, Ukraina disebut menginginkan perdamaian dan siap untuk melakukan pembicaraan dengan Rusia, termasuk mengenai status netralnya mengenai NATO.
Penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak mengatakan jika pembicaraan tersebut memungkinkan, itu harus diadakan.

"Jika Moskow mengatakan ingin mengadakan pembicaraan, termasuk dalam status netral, kami tidak takut dengan ini," kata Podolyak, dikutip dari Reuters, Sabtu (26/2/2022).

"Kesiapan kami untuk berdialog adalah bagian dari upaya kami yang gigih untuk perdamaian." imbuhnya.

Ukraina saat ini diketahui bukan bagian dari NATO atau Uni Eropa, meskipun ingin bergabung dengan keduanya.

Ukraina menyerahkan senjata nuklirnya, setelah memperoleh kemerdekaan setelah pecahnya Uni Soviet. Tapi dengan imbalan jaminan keamanan dari negara-negara Eropa.

Setelah protes pro-demokrasi menggulingkan presiden Ukraina sekutu Rusia pada tahun 2014, Moskow mencaplok semenanjung Laut Hitam Krimea dari Kyiv dan kemudian mendukung pemberontak yang memerangi pasukan pemerintah di timur negara itu.

Tujuh tahun kemudian, Presiden Rusia Vladimir Putin menginvasi Ukraina dari udara, laut dan darat pada hari Kamis dan pasukannya maju ke ibukota Kyiv pada hari ini.

Sementara dalam laporan CNN, Pejabat intelijen AS khawatir bahwa Kiev atau Ibu Kota Ukraina bisa jatuh di bawah kendali Rusia dalam beberapa hari mendatang.

Dua sumber yang mengetahui kabar ini mengatakan bahwa penilaian awal AS sejak sebelum invasi, ibu kota Ukraina itu akan dikuasai dalam satu hingga empat hari setelah serangan Rusia.

Namun para pejabat AS menolak untuk mengatakan apakah mereka yakin Kiev akan jatuh, demikian dikutip dari CNN Internasional, Jumat (25/2/2022). (*)


Sumber: Reuters,CNN/Editor: Widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.