Ingatkan Dispendik Soal Ijin Pendirian TK dan PAUD, Walikota Surabaya: Jangan Ada Persaingan Tak Sehat

SURABAYA (Lenteratoday) - Dalam acara peresmian Graha Bunda PAUD dan pembukaan seleksi belajar pelajar penghafal kitab suci di jalan Pawiyatan 11, Surabaya, Wali kota Surabaya, Eri Cahyadi, meminta Kepala Dinas Pendidikan Surabaya berhati-hati saat memberi ijin pendirian TK dan PAUD di Kota Surabaya.
“Tempat berdirinya PAUD begitu banyak, Maka harus dijaga jangan sampai ini berdiri tambah banyak tetapi muridnya tidak ada. Inilah gunanya hadirnya pemerintah, harus dihitung,” ucap Eri, Rabu (09/02/22).
“Misalkan dalam satu RW itu bisa dilihat, tahun 2023, 2024, 2025 anak yang akan sekolah PAUD umur 2-4 tahun, jumlahnya di dalam data Dispenduk berapa, harus dibatasi pendirian PAUD,” tambah Eri.
Eri tidak ingin PAUD berdiri terlalu banyak, sehingga menimbulkan persaingan tidak sehat. “Kasihan yang sudah merintis. Lama-lama makin banyak. Ini yang saya tidak ingin,” ucapnya.
Walikota Surabaya meminta Dispendik, dan Sekda mengecek pendirian PAUD agar tidak menjadikan pertarungan dalam keluarga.
Pos Paud Terpadu (PTT) yang berdiri di Surabaya sudah cukup banyak sehingga pemerintah harus harus mengawasi pendirian PAUD dari yayasan. Pemerintah kota dapat memberikan ijin pendirian tetapi harus dilihat betul. “Kalau di suatu tempat sudah ada PPT maupun yayasan jangan memberikan ijin pendirian di tempat yang sama, harus digeser di tempat berbeda.”
Hal ini dilakukan untuk menanggulangi PAUD yang kekurangan jumlah siswa. Dalam data yang dirilis Kemendikbud terdapat 2.796 satuan PAUD. Angka ini, menurut Eri, sudah cukup banyak.
Eri berharap, pemerintah sebagai fasilitator masyakat tidak menumbuhkan persaingan antar PPT, yayasan, Taman Kanak-kanak dan tempat penitipan anak untuk saling memburu siswa. Ia juga berharap pendirian Graha Bunda PAUD dapat menjadi penguatan untuk penyelenggaraan PAUD di Surabaya.
Reporter : Miranti Nadya | Editor : Endang Pergiwati