
KIEV (Lenteratoday)-Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku kehilangan minat bergabung ke NATO. Keinginan Ukraina masuk ke NATO menjadi salah satu alasan Rusia menyerang tetangganya yang pro-Barat ini.
Sekjen NATO Jens Stoltenberg dikutip Sabtu (12/3/2022) menghormati segala keputusan yang diambil Ukraina.
"Kami menghormati keputusan Ukraina, terlepas dari apakah mereka mengajukan atau tidak mengajukan keanggotaan. Ini adalah keputusan Ukraina yang berdaulat," kata Stoltenberg kepada AFP dalam sebuah wawancara di sela-sela forum diplomasi Ukraina-Rusia di Antalya, Turki, Jumat (11/3/2022) waktu setempat.
Ia mengatakan, segala keputusan terserah pada Kiev. "Ukrainalah yang memutuskan apakah mereka bercita-cita menjadi anggota atau tidak. Dan kemudian pada akhirnya, 30 sekutu akan memutuskan masalah keanggotaan," ujarnya.
Yang jelas, kata Stoltenberg, NATO tidak membenarkan cara Rusia yang mengancam keinginan Ukraina yang merupakan sebuah negara berdaulat dalam politik luar negerinya.
"Masalahnya adalah Rusia tidak menghormati kedaulatan itu. Mereka menggunakan kekuatan militer melawan negara berdaulat yang merdeka karena mereka tidak menyukai keputusan mereka di bawah jalan yang telah mereka pilih," terangnya.
Militer Rusia mengibarkan bendera Rusia dan separatis yang memproklamirkan diri sebagai Republik Rakyat Luhansk (LNR) di luar cabang bank Oschad di Stanytsia Luhanska, Luhansk, Ukraina. Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS
Oleh karena itu, Stoltenberg mendesak Rusia segera mengakhiri invasi . "Yang paling penting adalah Presiden (Vladimir) Putin harus mengakhiri perang yang tidak masuk akal ini," tegasnya.
"Mundurkan semua kekuatannya dan terlibat dengan itikad baik dalam upaya politik diplomatik untuk menemukan solusi politik," pungkas Stoltenberg.
Dalam wawancara saluran televisi AS, ABC News, 8 Maret lalu, Zelensky tak lagi berminat bergabung ke NATO. Ia menilai, NATO tidak siap menerima Ukraina untuk bergabung. Bagi Zelensky, aliansi itu ketakutan menghadapi tekanan yang diberikan Moskow.
"Mengenai NATO, saya kehilangan minat dalam masalah ini setelah kami menyadari bahwa NATO tidak siap untuk menerima Ukraina," ujar Zelensky. Aliansi takut akan hal-hal yang kontradiktif dan konfrontasi dengan Federasi Rusia," jelas Zelensky.(*)
Sumber: Reuters /Editor: Widyawati