
Surabaya - Komikus Prancis legendaris, Albert Uderzo yang terkenal berkat serial komik Asterix meninggal dunia di usia ke-92, Selasa (24/3/2020) sore waktu Indonesia.
AFP melaporkan salah satu pencipta serial komik ikonis dan legendaris tersebut meninggal dunia karena serangan jantung, dan bukan terkait dengan pandemi Covid-19.
"Albert Uderzo meninggal dunia kala tidur di rumahnya di Neuilly, setelah sebuah serangan jantung yang tak terkait dengan virus corona," kata menantunya, Bernard de Choisy kepada AFP.
"Dia mengalami kelelahan yang parah selama beberapa pekan terakhir," lanjutnya.
Albert Uderzo menciptakan seri komik Asterix bersama dengan Rene Goscinny setelah keduanya bertemu pada 1951. Delapan tahun kemudian, Goscinny menjadi editor majalah Pilote dan Uderzo menjadi direktur artistiknya.
Majalah Pilote itulah yang kelak menjadi wadah keduanya mengenalkan karakter Asterix kepada publik -seorang prajurit sebuah desa terpencil kaum Galia yang memiliki kekuatan khusus dan selalu menolak penjajahan Romawi.
Dalam serial tersebut selain Asterix yang terkenal, ada juga si Tambun, Obelix yang memiliki kemampuan super tanpa harus minum jamu magis dan memiliki kegemaran akan celeng panggang.
Pada 1961, serial yang rilis lewat majalah tersebut dibuat kemudian dibuat versi komik satuan, hingga pada 1967, duo itu meninggalkan pekerjaan mereka di majalah dan kemudian mendedikasikan hidup mereka mengeksplorasi kisah Asterix.
Rene Goscinny diketahui meninggal dunia pada 1977. Pekerjaannya menulis dipegang sekaligus oleh Uderzo yang juga menggambar komik tersebut. Albert Uderzo kemudian baru pensiun pada 2011.
Kisah Asterix dan Obelix serta petualangan mereka juga sudah diadaptasi dalam bentuk film. Tercatat ada 14 film adaptasi kisah si prajurit Galia itu, yang teranyar adalah Asterix: The Secret of the Magic Potion. (har/ins)