04 April 2025

Get In Touch

Kompleks Al-Aqsa Diperebutkan Israel dan Palestina, Ini Sejarahnya

Penulis foto bersama anak-anak sekolah yang melintasi Masjid Kubah Batu 'Dome of Rock' Maret 2019 (DokPri)
Penulis foto bersama anak-anak sekolah yang melintasi Masjid Kubah Batu 'Dome of Rock' Maret 2019 (DokPri)

SURABAYA (Lenteratoday) -Alasan kenapa komplek Al Aqsa diperebutkan oleh Israel dan Palestina dapat dilihat dari sejarah situs tersebut.

Kompleks Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem adalah situs suci yang sangat sensitif baik dalam Islam maupun bangsa Yahudi.

Dikenal oleh umat Islam sebagai Al-Haram al-Sharif (Tempat Suci), kompleks ini dihuni Kuil Emas Kubah Batu (Dome of the Rock) dan masjid Al Aqsa.

Sebetulnya Al-Aqsa merupakan kompleks. Nama lain adalah Al Quds. Tetapi banyak juga yang menyebutnya sebagai nama masjid. Di Al Aqsa ada 7 masjid -besar dan kecil. Yang menjadi tempat shalat lima waktu namanya Masjid Qibli. Sedangkan yang menjadi ikon adalah 'Dome of the Rock' atau biasa disebut Kubah Mas atau Kubah Batu.

Dikutip dari kantor berita AFP, lahan terbuka seluas 14 hektare di sudut tenggara Kota Tua direbut oleh Israel saat Perang Enam Hari 1967, bersama dengan sisa-sisa Yerusalem timur yang kemudian dianeksasi. Pencaplokan itu tidak pernah diakui secara internasional.

Israel menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya yang tidak terbagi, tetapi Palestina menginginkan sektor timur sebagai ibu kota negara mereka ke depannya.

Alasan kenapa komplek Al Aqsa penting bagi umat Islam, karena diyakini sebagai tempat Nabi Muhammad melakukan perjalanan Isra Mi'raj ke surga.

Oleh karena itu, Al Aqsa menjadi situs tersuci ketiga dalam Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, keduanya di Arab Saudi.

Isi kompleks Al Aqsa yang masih berdiri sampai sekarang dibangun pada abad ketujuh oleh khalifah kedua Islam, Omar, di situs Kuil Yahudi Kedua yang dihancurkan oleh Romawi sekitar tahun 70 Masehi.

Kompleks ini, menurut Kompas, juga dipandang sebagai situs tersuci dalam Yahudi, karena menampung Kuil Pertama dan Kedua. Dalam bahasa Ibrani, itu disebut sebagai Har HaBayit atau Bukit Bait Suci.

Tembok Ratapan tempat orang Yahudi menjalankan salah satu ibadah (DokPri)

Orang-orang Yahudi diizinkan mengunjungi kompleks Al Aqsa, tetapi dilarang berdoa di sana karena dikhawatirkan memicu ketegangan dengan jamaah Muslim.

Namun, sebagian besar orang Yahudi tidak memasuki daerah itu karena kepala rabbi Israel mengatakan bahwa mengunjunginya dilarang menurut hukum Yahudi karena ketidakmurnian ritual.

Saat ini, situs tersuci di mana orang Yahudi dapat berdoa adalah Tembok Barat, di antara sisa-sisa terakhir Kuil Kedua.

Meski begitu, orang-orang Yahudi ultra-nasionalis yang beberapa di antaranya ingin mulai membangun Kuil Ketiga, sering mengunjungi lapangan terbuka di kompleks masjid Al Aqsa dan kadang-kadang terlihat berdoa diam-diam.

Hal ini sering menimbulkan ketegangan dengan jemaah Muslim yang khawatir Israel akan berusaha mengubah aturan untuk mengatur kompleks tersebut, yang sekarang dikelola oleh Yordania berkoordinasi dengan Palestina.

Polisi Israel memantau pengunjung yang masuk melalui Gerbang Mughrabi, satu-satunya pintu masuk bagi non-Muslim, tetapi beberapa kali memasuki Al-Aqsa jika terjadi ketegangan. Umat Islam pun merasa terganggung dengan tindakan itu.

Pada 1929 kerusuhan mematikan pecah saat era mandat Inggris. Umat Islam berkumpul untuk mempertahankan situs tersebut.

Pada 1996, keputusan Israel untuk membuka pintu masuk baru di sebelah barat kompleks Al Aqsa memicu bentrokan yang menewaskan lebih dari 80 orang dalam tiga hari.

Kemudian, kunjungan kontroversial pemimpin oposisi sayap kanan Ariel Sharon ke kompleks Al Aqsa pada September 2000 adalah salah satu pemicu utama intifada Palestina kedua, yang berlangsung dari 2000 hingga 2005.

Gereja Kimayah diyakini para pemeluk Kristen sebagai tempat Yesus disalip (DokPri)

Selanjutnya pada Juli 2017, kompleks Al Aqsa ditutup sementara setelah tiga orang Arab-Israel melepaskan tembakan ke polisi Israel di dekat lokasi dan menewaskan dua dari mereka, lalu melarikan diri ke kompleks suci. Mereka ditembak mati oleh pasukan keamanan.

Pada Agustus 2019, bentrok di Al Aqsa antara polisi Israel dan jemaah di kompleks itu menyebabkan puluhan warga Palestina terluka selama acara penting Yahudi dan Muslim.

Tahun 2020, akses ke kompleks Al Aqsa ditutup untuk umum selama bulan Ramadhan karena pandemi Covid-19, dan pembukaan kembali dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat serta jumlah jemaah dibatasi.

Pada 2021 saat Ramadhan juga, kompleks Al Aqsa menjadi tempat bentrokan antara polisi Israel dan jemaah Muslim yang berkembang menjadi perang 11 hari antara kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza dan Israel.

Demikian penjelasan kenapa Al Aqsa diperebutkan Israel dan Palestina, serta riwayat bentrokan di kompleks suci tersebut (*)

Editor: Arifin BH

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lentera Today.
Lentera Today.