04 April 2025

Get In Touch

Kota Kediri Dapat Sertifikat Penghargaan Bebas Frambusia dari Kemenkes

Walikota Abu Bakar (kiri) bersama Kadinkes Kota Kediri dr Fauzan Adima MARS menunjukkan sertifikat penghargaan bebas Frambusia dari Kemenkes.
Walikota Abu Bakar (kiri) bersama Kadinkes Kota Kediri dr Fauzan Adima MARS menunjukkan sertifikat penghargaan bebas Frambusia dari Kemenkes.

KEDIRI (Lenteratoday) - Kota Kediri kembali meraih penghargaan di tingkat nasional. Kali ini penghargaan dari bidang kesehatan dengan dinyatakan sukses eradiksi penyakit frambusia. Dimana Kota Kediri telah bebas dari penyakit frambusia sejak 2008. Sebelumnya Kota Kediri juga telah meraih sertifikat bebas malaria sejak 2014.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menerima penghargaan berupa sertifikat. Penghargaan diserahkan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu didampingi Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah, Selasa (31/5/22) dalam acara puncak peringatan hari malaria sedunia 2022 dengan tema "Ciptakan Inovasi Capai Eliminasi, Wujudkan Indonesia Bebas Malaria" di Mandalika Kuta, Lombok Tengah, NTB.

Eradikasi frambusia merupakan upaya pembasmian berkelanjutan menghilangkan frambusia secara permanen sehingga tidak menjadi masalah kesehatan secara nasional. “Sekarang sudah ada contoh daerah yang sukses melaksanakan eleminasi kusta dan eradikasi frambusia. Kami harapkan, yang sudah berhasil memberikan contoh kepada daerah lain,” kata Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu.

Menurut data dari Kemenkes, ada 47 kabupaten/kota yang telah memenuhi persyaratan Bebas Frambusia termasuk Kota Kediri salah satunya. “Saya ucapkan selamat kepada daerah yang sudah mendapatkan sertifikat dan penghargaan. Semoga bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang belum mencapai eleminasi kusta dan eradikasi frambusia,” ujar  Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu.

Dirjen P2P, menyampaikan daerah penerima Sertifikat Bebas Frambusia merupakan daerah yang sudah melewati beberapa tahapan untuk mendapatkan sertifikat frambusia. "Yang pertama kabupaten/kota telah membuktikan tidak ditemukan kasus frambusia baru berdasarkan Surveilans berkinerja baik, yang kedua rekomendasi provinsi setelah melakukan sertifikasi frambusia,”  ujar Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu.

“Ketiga assessment time sertifikasi pusat yang terdiri dari tiga kelompok kerja, yaitu dari NTD, Perdoksi, sehingga menghasilkan pertimbangan kabupaten/kota bebas frambusia," imbuh Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, Dirjen P2P.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengungkapkan penghargaan ini bukan tujuan melainkan bonus. Terpenting Pemkot Kediri terus melakukan pencegahan terhadap penyakit frambusia. Hasilnya Kota Kediri bebas dari frambusia sejak 2008. "Alhamdulillah kita bisa bebas frambusia dan meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan. Harapannya kita bisa terus mempertahankan untuk bebas frambusia ini. Mari sama-sama kita pertahankan," ungkapnya.

Orang nomor satu di Pemkot Kediri ini menambahkan agar masyarakat terus melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dimana salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk pencegahan adalah melalui PHBS. "Penghargaan ini diraih karena kerjasama dan sinergi yang baik antara Pemkot Kediri dan masyarakat. Saya minta PHBS ini terus dilakukan," imbuhnya.

Reporter: Gatot Sunarko | Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.