Soal Kisruh Posisi Bos BTN, Munadi :Ganggu Nasabah & Iklim Investasi

JAKARTA,LETRA.ID – Menteri BUMN Rini Soemarno menunjuk Suprajarto menjadi Direktur Utama (Dirut) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN.

Sebelum keputusan RUPSLB BTN tersebut keluar, Suprajarto menjabat Dirut PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Suprajarto pun tegas menolak keputusan Rini Soemarno menggeser dirinya ke BTN. Penolakan ini terjadi karena tidak ada komunikasi dari Kementerian BUMN kepada yang bersangkutan soal pergantian tersebut.

Kisruh ini belum sepenuhnya reda, meski Direktur Commercial Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) Oni Febriarto Rahardjo telah ditunjuk menjadi pejabat Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama Bank BTN sesuai dengan hasil rapat dewan komisaris.

Merespons situasi ini, pengamat kebijakan publik asal Surabaya, Munadi Herlambang mengatakan kegaduhan tersebut bisa memicu multiplier effect economy. “Harus segera diselesaikan, kalau tidak akan mengganggu kepercayaan masyarakat terutama nasabah. Selain itu juga mengganggu iklim investasi,” katanya di Jakarta, Sabtu (31/8).

Ditambahkannya, yang juga menjadi persoalan, pergantian posisi Dirut ini tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Sebagai informasi, Suprajarto mengatakan tidak pernah diajak bicara maupun musyawarah tentang penggantian dirinya sebagai Dirut BRI, dan digeser menjadi Dirut BTN.”Kan ya aneh, mestinya harus ada pemberitahuan sesuai aturan yang ada,” katanya.

Munadi menegaskan, kegaduhan ini harus segera di atasi maksimal pecan depan sudah ada solusi. “Atau kalau tidak ada solusi efektif, tunda dulu semua keputusannya hingga Jokowi dilantik,” tegasnya. (ist)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini