Anggota DPRD Minta Pemkot Tangani Tingginya Harga Ayam Broiler di Pasaran

PALANGKA RAYA (Lenteratoday) – Tingginya harga ayam Broiler atau ayam potong belakangan ini di Kota Palangka Raya, membuat banyak masyarakat mengeluh.

Terkait hal ini Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung mengingatkan sekaligus meminta kepada pemkot setempat, untuk mengusut tuntas penyebab tingginya harga daging ayam potong ini.

“Ayam potong merupakan komoditas yang umum dikonsumsi masyarakat sehari-hari, karena itu jika harganya melambung sangat berpengaruh bagi masyarakat,” papar Nenie, Rabu(22/5/2024).

Berdasarkan informasi di lapangan, harga daging ayam potong saat ini mencapai Rp 48 ribu per kilogram di sejumlah pasar di Kota Palangka Raya. Padahal beberapa hari yang lalu, harga daging ayam potong masih berada di kisaran harga Rp 41 ribu per kilogram.

“Tingginya harga ayam potong tentunya memberatkan bagi masyarakat, maupun para pedagang,” ucapnya.

Baca Juga :  Promosi Budaya Daerah Membutuhkan Perhatian dan Dukungan Pemerintah

Legislator wanita yang menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kota Palangka Raya ini melanjutkan, yang mengejutkan adalah harga ayam dari kandang peternak hanya Rp 22 ribu per kilogram. Hal ini sebagaimana dikonfirmasi kepada salah seorang peternak ayam broiler di Jalan Kerandang, Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya.

Karena itu Nenie meminta Pemkot Palangka Raya untuk segera mengusut, perbedaan harga yang cukup signifikan antara harga dari kandang dengan harga di pedagang yang ada di pasaran.

“Hal ini perlu segera ditindaklanjuti, karena selain memberatkan masyarakat. Bagaimana para pengusaha makanan yang menggunakan bahan ayam, bisa mendapatkan untung jika harga bahan bakunya sudah tinggi,” pungkasnya.

Reporter:Novita/Editor:Ais


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini