03 April 2025

Get In Touch

Kasus Covid-19 Kembali Naik Lewati 1.000 Sejak 12 April 2022

Warga berjalan di dekat mural bertema pencegahan penyebaran Covid-19 di Jakarta, Rabu (2/3/2022) -Ant
Warga berjalan di dekat mural bertema pencegahan penyebaran Covid-19 di Jakarta, Rabu (2/3/2022) -Ant

JAKARTA (Lenteratoday) -Kasus Covid-19 di Indonesia kembali merangkak naik. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan, per Rabu (15/6/2022) tercatat 1.242 penambahan kasus baru Covid-19.

Kasus baru Covid-19 kembali menembus 1.000 sejak 12 April 2022. Saat itu kasus baru corona mencapai 1.455 kasus. 

Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 6.063.251.

Adapun perkembangan kasus Covid-19 dalam satu pekan terakhir meningkat cepat yaitu, pada 9 Juni penambahan kasus baru tercatat 556, kemudian meningkat menjadi 627 kasus pada 10 Juni.

Dua hari kemudian, kasus baru Covid-19 menurun menjadi 574 dan 551 pada 11-12 Juni. Kemudian kasus baru kembali merangkak naik di angka 591 pada 13 Juni dan 930 kasus pada 14 Juni dan melewati 1.000 kasus tepatnya 1.242 pada 15 Juni.

Sementara itu, rata-rata pemeriksaan atau tes Covid-19 selama satu pekan terakhir berada di angka 66.206.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, kasus mingguan meningkat dalam beberapa minggu terakhir.

Ia mengatakan, kasus positif Covid-19 pekan lalu naik menjadi 3.600 kasus. Selain itu, kasus aktif meningkat di kisaran 4.900 kasus.

"Kondisi saat ini harus kita upayakan bersama-sama untuk menekan penularan semaksimal mungkin. Perlu menjadi perhatian, bahwa Indonesia telah berhasil mempertahankan penurunan kasus harian dan mingguan tetap rendah selama 2 bulan berturut-turut," Wiku mengutip Kompas, Kamis (16/6/2022).

Mobilitas penduduk dan varian baru

Wiku mengatakan, ada dua hal yang perlu diperhatikan terkait kenaikan kasus Covid-19 yaitu peningkatan mobilitas penduduk dan penyebaran varian baru virus Corona.

"Kembali normalnya aktivitas masyarakat di tempat-tempat publik, serta kegiatan-kegiatan berskala besar yang dihadiri banyak orang, berpotensi meningkatkan interaksi antar masyarakat sehingga meningkatkan potensi penularan," ujarnya.

Di samping itu, Wiku mengatakan, penyebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia juga bisa berdampak pada kenaikan kasus.

Ia mengatakan, transmisibilitas dari varian ini memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat, tanpa indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian Omicron lainnya.

"Penyebab kenaikan kasus ini penting diperhatikan selama 2-4 minggu ke depan, karena perlu waktu untuk melihat dampak dari suatu faktor penyebab terhadap kenaikan kasus," ucapnya (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.