
RIO DE JANEIRO (Lenteratoday)- Wabah cacar monyet patut menjadi perhatian semua negara. Kematian akibat virus ini sudah dilaporkan terjadi di luar Afrika. Brazil melaporkan kasus kematian terkait cacar monyet atau monkeypox. Tak lama berselang, Spanyol juga melaporkan kematian pertama terkait cacar monyet di Eropa.
Kematian terkait cacar monyet di Brazil dialami pria 41 tahun. Menurut kementerian kesehatan setempat, pasien mengalami lymnphoma (sejenis kanker darah) dan penurunan sistem imun."Komorbiditas yang dialami memperburuk kondisinya," kata kementerian, dikutip dari Reuters, Sabtu (30/7/2022).
Disebutkan, pria ini dirawat di Kota Belo Horizonte dan meninggal karena septic shock setelah dibawa ke unit perawatan intensif atai ICU.
Sementara itu, kematian terkait cacar monyet juga terjadi di Spanyol, tak lama berselang setelah kasus kematian di Brazil diumumkan. Belum ada informasi lebih detail yang tersedia.
Sebelumnya organisasi kesehatan dunia WHO mencatat hanya ada 5 kasus kematian terkait cacar monyet, seluruhnya ada di Afrika. WHO baru-baru ini menetapkan cacar monyet sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan, bahwa kasus monkeypox atau cacar monyet belum terdeteksi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Kemenkes dr. Mohammad Syahril dalam acara Update Penanganan Monkeypox di Indonesia. “Situasi di Indonesia sampai dengan hari ini sejak diumumkan kasus (cacar monyet) pertama di Inggris, Indonesia belum ada kasus konfirmasi dan suspek,” ujarnya. (*)
Reporter:hiski,rls | Editor: widyawati