04 April 2025

Get In Touch

Ajak Masyarakat untuk Screening Kesehatan, Kepala BPJS Kesehatan Malang Sambut Baik Aplikasi TACS

Dina Diana Permata, Kepala BPJS Kesehatan cabang Malang.
Dina Diana Permata, Kepala BPJS Kesehatan cabang Malang.

MALANG (Lenteratoday) – Kepala BPJS Kesehatan cabang Malang memberikan penjelasan terkait mekanisme dari aplikasi Traffic Accident Claim System (TACS) serta gambaran detail dari salah satu program BPJS Kesehatan yakni screening kesehatan, ketika ditemui usai menghadiri penandatangan MOU aplikasi Jogo Malang Presisi dan TACS di Polresta Kota Malang pada Selasa, (2/8/2022).

Dina Diana Permata selaku Kepala BPJS Kesehatan cabang Malang, menjelaskan mengenai kerjasama antara Polresta Kota Malang dan Jasa Raharja dan dengan beberapa Rumah Sakit yang ada di wilayah Kota Malang tentang penerapan (TACS).

“Jadi dalam perjanjian kerjasama ini diatur bagaimana untuk penangan kasus lakalantas yang ada di Kota Malang, mulai dari alur penjaminan, penanganan, melalui sistem ini sehingga semuanya nanti lebih mudah dan simple.  Sehingga korban lakalantas dapat segera diidentifikasi terkait dengan penjaminannya,” tuturnya, Selasa (2/8/2022).

Menurutnya, perlu diketahui bahwa dalam penjaminan kasus lakalantas sebagai penjamin pertama adalah jasa raharja. Jadi nantinya jika korban merupakan peserta BPJS Kesehatan, maka harus mengikuti alur dari Jasa Raharja terlebih dahulu. Ia juga menjelaskan bahwa nantinya BPJS Kesehatan akan masuk sebagai penjamin kedua jika plafon yang dijamin oleh jasa raharja tersebut sudah habis.

Kepala BPJS Kesehatan cabang Malang tersebut juga menyatakan bahwa sistem yang diterapkan BPJS kesehatan telah diasopsi oleh Rumah Sakit yang sudah bekerjasama di Wilayah Kota Malang ini yang nantinya juga akan dikoneksikan dengan jasa raharja dalam sistem tersebut.

“Contohnya jika pihak rumah sakit menerima pasien korban lakalantas, pihak Rumah Sakit tinggal mengklik salah satu pilihan dalam sistem yang menerangkan bahwa ini adalah kasus lakalantas. Maka nanti otomatis akan terbaca, baik di sistem jasa raharja ataupun sistem BPJS Kesehatan jika peserta ini adalah peserta BPJS kesehatan,” imbuh Dina.

Lebih lanjut, Dina juga menjelaskan terkait benefit adanya kerjasama instansi dalam aplikasi  TACS yakni simplifikasi birokrasi pelayananan. Sehingga menurutnya dengan adanya sistem ini nantinya semua proses dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus peserta bolak-balik dari satu tempat ke tempat lain karena semua sudah terbaca by system.

Sementara itu, disinggung mengenai program BPJS Kesehatan yakni screening riwayat kesehatan, Dina mengatakan bahwa maksud dari screening tersebut adalah screening primer. “Screening ini ditujukan agar kita lebih mengetahui dan bisa mencegah jika terdapat penyakit yang ada dalam tubuh kita, entah itu disebabkan oleh lifestyle atau keturunan dari orang tua yang ternyata pernah memiliki riwayat penyakit kronis. Itu semua akan teridentifikasi jika peserta BPJS kesehatan mengisi screening riwayat kesehatan yang sudah disediakan,” tuturnya.

Selanjutnya ia menyampaikan mengenai tujuan utama dari screening ini adalah untuk mengetahui apakah resiko penyakit yang diidap pasien tergolong rendah, sedang, atau tinggi. Jika nanti hasil screening menunjukkan sedang atau tinggi, maka hasil akan terbaca di FKTP tempat terdaftar dan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan, misalnya dengan melakukan pemeriksaan darah lengkap. Ia menambahkan bahwa untuk hasil lab penyakit yang ada kecenderungan mengarah kronis, maka akan dimasukkan dalam data PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) sehingga nantinya pemantauan harus rutin setiap bulan.

Ia juga menyebutkan sudah 60% peserta BPJS Kesehatan yang telah melakukan screening riwayat kesehatan. Kemudian juga menyatakan alasan dari adanya program screening ini adalah untuk mencegah sebelum terlanjur menjadi penyakit yang sattus nya sudah terminal atau sudah terlambat untuk disembuhkan. 

“Jika memang beresiko terdapat penyakit kronis, maka akan segera dapat penanganan lebih awal, sehingga nanntinya meskipun menderita penyakit kronis tubuh akan stabil dan tudak jatuh dalam kondisi komplikasi atau kondisi yang berat,” tandasnya.

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.