
Madiun - Dampak dari penyebaran pandemi virus corona sangat dirasakan para pedagang kecil di Kota Madiun, Jawa Timur (Jatim). Mereka mengalami penurunan omset hingga 50 %.
Salah pedagang, Martini yang berjualan makananan di sekitar Jalan Imam Bonjol, Kota Madiun ini mengaku kesusahan mendapatkan omset normal seperti biasanya. Kepada lenteratoday.com ia mengatakan, jika biasanya setiap hari kurang lebih dirinya mendapatakan 150 hingga 200 ribu rupiah, namun saat ini jauh dibawah itu.
"Kalau sekarang dapat 50-100 ribu aja untung banget mas. Ini saja jam segini masih jarang ada pembeli," bebernya ketika ditemui di lokasi dagangannya, Senin (13/4/2020) sekitar pukul 12.30 WIB.
Perempuan 40 tahun ini menambahkan jika sebagian warga juga merasa takut walaupun hanya sekedar nongkrong. Oleh karenanya ia berharap kepada pemerintah untuk membantu para pedagang kecil seperti dirinya agar mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.
"Katanya denger-denger dapat sembako dari pemerintah, tapi sampai saat ini masih belum sampai mas. Ya semoga virus (corona) ini cepat ngilang lah biar normal seperti dulu," pungkasnya.
Ditemui di tempat terpisah. Siti (48) seorang pedagang kaki lima (PKL) juga merasa resah akibat virus pandemi ini. Pasalnya hari demi hari omset dagangannya berangsur-angsur turun.
"Kapan hari dapat 100 ribu terus kemarin cuma dapat 75 ribu. Kalau terus-terusan begini gimana terusan," keluh Siti.
Diketahui sebelumnya Pemkot Madiun juga tengah mempersiapkan skema lain dalam memberikan bantuan kepada pelaku UMKM. Maidi juga mengatakan agar tak terjadi PHK, pelaku UMKM pun akan diberdayakan.
Menurut Wali Kota Madiun itu, UMKM yang khususnya bergerak di sektor makanan, seperti sambel pecel, abon, tempe, dan telur, akan diberdayakan membuat produknya. Setelah itu produknya akan dibeli oleh pihak pemkot dan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga UMKM tersebut pun tetap terus hidup.
Selain itu, Maidi mengutarakan bahwa Pemkot Madiun telah menganggarkan sekitar Rp25 miliar yang berasal dari program dan kegiatan pemkot yang tidak dapat berjalan selama masa darurat Covid-19 bagi masyarakat yang terdampak virus tersebut agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi meski mata pencaharian dibatasi.
“Hingga saat ini belum ada laporan PHK. Kami upayakan itu tidak terjadi,” pungkasnya. (Sur)