03 April 2025

Get In Touch

Kasus DBD Meningkat , Dinkes Pemkab Madiun Sebut Dipicu Kondisi Cuaca Tidak Menentu

dr Anies Djaka Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.
dr Anies Djaka Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.

MADIUN (Lenteratoday) - Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mencatat dalam  periode bulan Januari hingga Juli 2022 terdapat 207 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), dua diantaranya meninggal. Naiknya kasus  DBD dipicu lantaran kondisi cuaca yang tidak menentu.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr Anies Djaka mengatakan sejak awal tahun hingga saat ini, setiap bulan selalu terdapat kasus DBD. Munculnya kasus setiap bulan disebabkan karena cuaca yang tidak menentu membuat nyamuk aedes aegypti berkembang Biak dengan pesat.

"Tiap bulan ada karena cuaca tidak menentu, akhirnya hampir tiap bulan ada kasus DBD, tapi tetap tren paling tinggi Januari dan Februari," katanya dr Anies, Senin (8/8/2022).

Untuk mengantisipasi melonjaknya kasus DBD di Kabupaten Madiun, Dinas Kesehatan menekankan kepada puskesmas melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang disiplin, menggerakkan 3M yakni Menguras, Menutup, Mengubur.

"Selain gerakan  3M juga dicegah   dengan menggunakan obat nyamuk, menghindari baju menumpuk dan menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk serta abatesasi," ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun pada bulan Januari terdapat 70 kasus,  Februari 35 kasus, Maret 21 kasus, April 22 kasus, Mei 25 kasus, Juni 14 kasus dan Juli 20 tersebar hampir merata di setiap kecamatan.

Sementara itu, data dari  RSUD Caruban  sepanjang  Januari hingga Juli terdapat 289 pasien DB dirawat,  lima diantaranya meninggal dunia.

"Laporan rumah sakit belum tentu wilayah kita, karena rumah sakit Caruban ada orang Ngawi, Bojonegoro juga masuk ke rumah sakit Caruban, data di kita hanya warga Kabupaten Madiun," ucapnya.

Reporter : Wiwiet Eko Prasetyo | Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.