
JAKARTA (Lenteratoday)-Kementerian Kesehatan resmi mengumumkan kasus pertama cacar monyet di Indonesia. Pasien asal DKI Jakarta berusia 27 tahun ini diduga tertular saat melakukan perjalanan ke luar negeri.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril menyebut, pasien sempat mengalami beberapa gejala cacar monyet. Namun, yang dialaminya tergolong ringan.Pasien disebut mengalami demam, pembengkakan kelenjar getah bening, ruam di area wajah, tangan, kaki, dan sekitar organ intim.
“Ada cacarnya atau ruamnya di muka, telapak tangan, kaki, dan sebagian sekitar alat genitalia," ujar Syahril, dikutip Minggu (21/8).
Atas ditemukannya kasus pertama ini, tidak menutup kemungkinan peluang cacar monyet atau monkeypox jadi pandemi baru di Indonesia."Namanya juga pandemi bisa habis, muncul lagi dengan pasien baru. Saya kira ini bisa, hal yang biasa seperti halnya pandemi Covid," kata dia.
Untuk diketahui, Pasien yang ditemukan di Provinsi DKI Jakarta itu, kata Syahrial, tiba di Tanah Air pada 8 Agustus 2022 kemudian merasakan gejala demam pada 14 Agustus 2022. "Baru pulang 8 Agustus, dia WNI, baru mulai gejala muncul 14 dengan muncul gejala demam," ujar Syahrial.
Pada saat demam pertama, pasien cacar monyet atau monkeypox itu belum memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Ketika muncul ruam cacar, pasien kemudian memeriksakan diri ke rumah sakit. Pada 18 Agustus, dua hari setelah muncul ruam, rumah sakit tempat pasien cacar monyet itu dirawat melakukan pemeriksaan polymerase chain reaction atau PCR. "18 (Agustus) dilakukan pemeriksaan karena datang diperiksa dengan cepat dan diperiksa dalam waktu 1 hari dan hasilnya positif (cacar monyet)," ucap Syahril.
Saat ditanya pasien tersebut melakukan perjalanan dari negara mana, Syahrial tidak menjawab secara detail. "Pasien ini memang habis bepergian dari negara yang sudah saya sebutkan, ada 86 negara di antara itu. Kami tidak akan menyebutkan negaranya," ujar dia. Baca juga: Mengenal Cacar Monyet, Gejala, Penularan hingga Cara Mencegahnya Dari 86 negara tersebut, tercatat 39.708 kasus cacar monyet dengan kematian mencapai 400 orang.
Cacar monyet sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus langka. Penyakit ini biasa ditularkan melalui kontak dekat lewat cairan tubuh orang yang terinfeksi.
Cacar monyet sebenarnya bukan penyakit baru seperti Covid-19. Penyakit ini ditemukan pertama kali pada sekitar 1970 di Republik Demokratik Kongo. Selanjutnya, penyakit ini menyebar ke berbagai negara di Afrika sebagai penyakit endemik.
Pada Mei lalu, penyakit ini ditemukan di negara non-endemik. Seorang pria di Inggris terkonfirmasi positif cacar monyet setelah melakukan perjalanan ke Nigeria.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak lebih dari 40 ribu kasus cacar monyet yang dilaporkan di 94 negara, baik negara endemik maupun non-endemik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global. Sejumlah negara juga sudah menetapkan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan.(*)
Reporter: Hiski,rls |Editor: Widyawati