05 April 2025

Get In Touch

Aroma Pelanggaran HAM Tragedi Kanjuruhan [Koran Senin, 3/10/2022]

https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/10/03102022.pdf">

SEKITAR 6 tahun lalu, pemain PSS Sleman Tri Handoko memberikan tribut kepada salah seorang suporter kesebelasannya yang tewas dengan menunjukkan secarik kertas putih yang bertuliskan:"Jika sepak bola lebih mahal dari pada nyawa, maka kami lebih memilih hidup tanpa sepak bola. #RIP Fans Indonesia. TH10" dalam laga melawan Persiba Bantul di Stadion Maguwoharjo, Jogjakarta, Senin (23/5/2016). Berapa lembar kertas yang harus dibawa bila yang meningal ratusan orang? Pelajaran  mendalam dari sebaris kalimat itu tampaknya belum mampu dimaknai oleh Indonesia. Tepat saat peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Sabtu (1/10), tragedi berdarah nan kelam terjadi pada pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Laga yang berakhir dengan kemenangan tim tamu diduga memicu amarah suporter yang merangsek ke tengah lapangan. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga Minggu (2/10) pukul 14.53 WIB tercatat 125 korban meninggal. Tanda tanya besar pun muncul, kok bisa sebanyak itu korban jiwanya? Dugaan beberapa pihak--termasuk media asing--ada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kisruh ini. Aparat menembakkan gas air mata ke tribun yang penuh sesak penonton. Kepanikan memicu saling dorong hingga jatuh dan terinjak. Padahal dalam aturan FIFA terkait pengamanan dan keamanan stadion (FIFA Stadium Saferty dan Security Regulations), petugas tidak diperkenankan memakai gas air mata di dalam stadion.Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun tegas meminta investigasi terbuka. Rakyat menunggu tanggung jawab negara!BACABERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/10/03102022.pdf

[3d-flip-book id="114333" ][/3d-flip-book]
Share:
Lentera Today.
Lentera Today.