
MALANG (Lenteratoday) -Wakil Wali Kota Malang mengajak seluruh tenaga ahli yang tergabung dalam HIMPSI (Himpunan Psikolog Indonesia) untuk bersama hadir dengan pemerintah di tengah masyarakat yang membutuhkan pelayanan dampingan psikis. Hal tersebut ia sampaikan saat resmi membuka agenda musyawarah cabang dan talkshow HIMPSI Malang, Sabtu (15/10/2022)
"Karena saat ini kita tahu kondisi masyarakat khususnya perkotaan yang mengalami tingkatan stress tinggi, ada masalah psikis, mereka juga sadar akan pentingnya kesehatan psikis, dinamika itu akan terus muncul. Maka psikolog-psikolog ini harus hadir di tengah masyarakat," seru Sofyan Edi Jarwoko, selaku Wakil Wali Kota Malang, ditemui usai sambutan sekaligus membuka acara Muscab (Musyawarah Cabang) HIMPSI Malang, bertempat di GKB 4 UMM, Sabtu (15/10/2022).
Bung Edi, sapaan akrab Wakil Wali Kota Malang tersebut menyebutkan masyarakat yang terlibat pinjaman online ilegal, sebagai contoh orang-orang yang butuh dampingan psikologi akibat trauma dan stress yang dialami.
"Sekarang ini kan maraknya pinjol, jadi dengan akses pinjaman yang sangat mudah itu membuat masyarakat yang memang membutuhkan jadi tergiur. Tanpa memikirkan resiko kedepan, akhirnya mereka kesulitan sendiri saat jatuh tempo penagihan. Trauma akan rentenir, stress. Nah ini saya kira para tenaga ahli perlu hadir di dalamnya," ungkap Bung Edi.
Menurut Bung Edi, saat ini perlu adanya sinergitas antara pemerintah Kota Malang dengan HIMPSI cabang Malang untuk penanganan masalah psikis masyarakatnya. Baik yang disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat, ataupun dampak psikis adanya bencana alam, dan bencana sosial.
"Belum lagi terkait hal-hal yang bersifat tragedi kebencanaan. Maka inilah pentingnya kehadiran profesional untuk bisa bersama dengan pemerintah membantu masyarakat," tegasnya.
Bung Edi menyebut bahwa Muscab HIMPSI Malang 2022 merupakan momentum yang sangat bagus untuk mencanangkan agenda-agenda penting yang bisa dipersiapkan oleh HIMPSI dalam rangka menjawab kebutuhan publik dan kebutuhan profesional.
"Jadi inilah kegiatan yang tepat untuk kembali mengingat tujuan didirikan HIMPSI. Sehingga kedepannya akan ada refleksi dan evaluasi mengenai apa saja hal-hal yang sudah dan belum dilakukan, hal-hal yang harus digiatkan kedepan. Saatnya MusyCab ini untuk membahas hal tersebut. Untuk 5 tahun kedepan ini HIMPSI sudah harus merencanakan terkait apa saja yang akan dilakukan," paparnya.
Terpisah, sejalan dengan penuturan Wawali Kota Malang mengenai keterlibatan HIMPSI di tengah masyarakat. Isa Wahyudi selaku Wakil Ketua HIMPSI cabang Malang mengaku bahwa dalam 5 tahun ini HIMPSI Malang telah banyak melakukan kegiatan dalam konteks pengabdian masyarakat.
"Ini adalah musyawarah HIMPSI cabang Malang yang merupakan cabang terbesar di Jawa Timur. Kami selama 5 tahun ini berkegiatan full yang banyak sekali dilakukan dalam konteks pengabdian masyarakat. Salah satunya setiap kali ada bencana baik bencana sosial maupun alam, kita selalu ada disana untuk memberikan pelayanan psikologisosial," ujar Isa Wahyudi atau yang akrab dengan sapaan Ki Demang, selaku Wakil HIMPSI Malang, pada acara yang sama.
Ki Demang menambahkan bahwa hingga saat ini, sudah 70 korban tragedi Kanjuruhan yang tengah diberikan pelayanan psikososial. Hal tersebut menunjukkan kontribusi HIMPSI dalam memberikan pelayanan dampingan psikis kepada korban dan keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Ketika disinggung mengenai rencana kedepan, Isa juga mengaku bahwa pihaknya masih akan fokus terkait pemulihan psikis korban tragedi Kanjuruhan (*)
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH