04 April 2025

Get In Touch

IDAI Jateng Beri Alternatif Penurun Panas Pengganti Obat Sirup

Ilustrasi anak sakit demam.
Ilustrasi anak sakit demam.

SEMARANG (Lenteratoday) - Merespon maraknya kasus Gagal Ginjal Akut yang menyerang anak-anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Tengah memberikan alternatif obat demam bagi anak. Memperbanyak asupan air putih dan mengompres tubuh dinilai dapat menurunkan suhu tubuh yang tinggi.

Saat ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang melakukan penelitian terhadap sejumlah obat sirup yang diduga menjadi penyebab gagal ginjal akut pada anak. Sebagian besar obat sirup dihentikan pengedarannya.

Sekretaris IDAI Jateng, Choirul Anam, memberikan alternatif pengganti obat sirup dengan mengompres. Di samping itu, ia juga menganjurkan bagi anak-anak yang sedang demam atau tidak enak badan untuk lebih banyak mengonsumsi air putih.

"Setelah dikompres, terus dievaluasi selama 20 menit turun enggak demamnya. Jika bertambah, baru berikan obat-obatan yang direkomendasikan sementara ini, dalam bentuk Supositoria atau melalui anus, atau bentuk puyer sesuai dengan dosisnya sambil dievaluasi sakitnya," katanya saat dihubungi belum lama ini.

Lebih lanjut, ia juga menganjurkan bagi anak dengan usia di bawah 5 tahun untuk mengonsumsi susu. Adapun untuk konsumsi air putih juga sebaiknya disesuaikan dengan porsi masing-masing, tidak baik apabila berlebihan.

"Nutrisional water, jangan terlalu banyak air putih. Karena, dia masih membutuhkan kandungan protein yang tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Anak remaja mungkin air putih," ujarnya.

Tak lupa, ia mengimbau kepada orang tua untuk tidak panik apabila anak mengalami demam. Konsultasi dengan dokter menjadi hal yang utama dalam masalah kesehatan.

"Tentunya, indikasi medis atau enggak itu kan dokter harus selalu dikonsultasikan ke dokter masing-masing. Untuk menjaga apakah penggunaan obat ini diperlukan apa belum. Itu harus diperhatikan apalagi situasi seperti ini, kurangi dulu obat bebas karena enggak tahu kandungannya dan keamanannya," katanya.

Reporter : Azifa Azzahra | Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.