04 April 2025

Get In Touch

Dinkes Kota Kediri Isi Kegiatan Refreshing Kader Kilisuci dengan Penyuluhan Penanganan TBC

Kepala Dinkes Kota Kediri dr Fauzan Adima (duduk di depan tengah) saat menghadiri acara Refresing Program TBC Kader Kilisuci.
Kepala Dinkes Kota Kediri dr Fauzan Adima (duduk di depan tengah) saat menghadiri acara Refresing Program TBC Kader Kilisuci.

KEDIRI, (Lenteratoday) - Sosialisasi penanganan TBC menjadi fokus pembahasan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri saat menghadirkan 115 Kader Kilisuci dari 23 kelurahan dalam kegiatan refreshing kader di Ruang Joyoboyo, Senin (24/10/22). Kegiatan masih akan berlanjut, Selasa (25/10/22) dengan jumlah peserta yang sama dari 23 kelurahan berbeda.

Kepala Dinkes Kota Kediri dr Fauzan Adima menuturkan kasus TBC masih sangat banyak di Indonesia, bahkan menempati peringkat ke-3 di dunia. Sebagai upaya mengatasi hal tersebut, diperlukan kontribusi dan peran serta Kader Kilisuci mengingat penanganan TBC menjadi salah satu tugas yang mereka emban di antara tugas yang lain.

“Terima kasih atas peran serta panjenengan yang selama ini sudah mendampingi, melaporkan dan menemukan kasus TBC. Target dari Pemkot Kediri yakni 90 persen pasien TBC bisa sembuh karena kalau ada satu orang belum bisa disembuhkan bisa berpotensi menularkan ke orang lain karena TBC termasuk penyakit menular,” terangnya.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut dijelaskan dr Fauzan ialah sebagai upaya penguatan peran bagi para kader serta mengedukasi para kader tentang penanganan TBC dengan melibatkan narasumber yang kompeten dari Dinkes Provinsi Jawa Timur.

“Kegiatan ini sekaligus sebagai wadah untuk berkoordinasi apabila  ada info terbaru sehingga informasi yang panjenengan peroleh bisa disampaikan ke masyarakat. Masalah TBC itu kompleks karena untuk penananganan pasien harus minum obat selama 6 bulan, ditambah lagi jika pasien memiliki riwayat penyakit penyerta dan tidak adanya dukungan sosial,” ujar Walikota

“Untuk itu, bagi penderita yang sudah positif TBC, panjenengan bisa mendampingi sebagai pengawas minum obat (PMO) jadi semisal keluarga pasien tidak peduli panjenengan bisa membantu dengan mengambilkan obatnya ke puskesmas,” imbuh Walikota.

dr Fauzan menjelaskan, adapun gejala TBC yang perlu diwaspadai seperti demam dan meriang dalam jangka waktu panjang, sesak nafas dan nyeri dada, berat badan menurun, ketika batuk terkadang dahak bercampur darah, serta nafsu makan menurun. Apabila ditemukan pasien yang terindikasi gejala tersebut, diharapkan Kader Kilisuci melapor ke dinas terkait atau pasien langsung datang ke puskesmas terdekat di wilayah masing-masing untuk mendapatkan penanganan.

“Panjenengan bisa mengedukasi masyarakat kalau TBC bisa menular melalui batuk, udara serta lingkungan kumuh. Kasus TBC ini seperti fenomena gunung es dimana yang ditemukan saat ini hanya puncak. Untuk itu, Kami harap panjenengan bisa menemukan sebanyak mungkin, artinya kalau ada masyarakat yang sakit dengan gejala terindikasi TBC bisa dilaporkan kemudian akan kami tes dahak. Jadi mulai pemeriksaan sampai pengobatan semua gratis,” jelasnya.

Untuk diketahui, total Kader Kilisuci di Kota Kediri 1.870 orang. Dijabarkan dr Fauzan, selain penanganan TBC dan HIV AIDS, tugas Kader Kilisuci mencakup kesehatan ibu dan anak seperti melakukan pelayanan posyandu balita se-kelurahan, menyusun rencana pengembangan kegiatan posyandu balita, melaksanakan dan memantau pengembangan posyandu balita, melakukan evaluasi pengembangan posyandu balita, dll.

Reporter: Gatot Sunarko | Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.