
KEDIRI (Lenteratoday) -Berbagai prestasi dan pengucuran Prodamas Plus oleh Pemkot Kediri ternyata belum sepenuhnya sebagai indikator maupun menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. Setidaknya masih ditemukan kasus gizi buruk pada balita di Kota Kediri.
Adalah Klarisa, anak pasangan Dimas 25 tahun dan Nevita 28 tahun, warga Jalan Sriwijaya, Kelurahan Kemasan, Kecamatan Kota, Kota Kediri yang mengalami gizi buruk. Ironisnya rumah balita gizi buruk termasuk kawasan perkotaan, bukan daerah pinggiran.
Bayi berjenis kelamin perempuan berusia 1,6 bulan ini hanya memiliki berat badan tidak lebih dari 4,6 kilogram. Selain kurang gizi, Klarisa juga mengalami kelainan pada jantung, serta tangan kanan yang cacat. Nevita mengaku, buah hatinya sejak lahir memang mempunyai penyakit bawaan, yakni kelainan jantung. Akibatnya, pertumbuhan balita Clarisa tidak normal.
“Klarisa ini mempunyai kelainan jantung sejak lahir. Sehingga pertumbuhannya terhambat,” kata Nevita. Ibu balita kurang gizin ini mengaku belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali dari Pemkot Kediri. “Saya PKH nggak dapat, BLT juga nggak dapat. Pernah dapat bantuan susu tapi dari puskesmas,” ujarnya saat ditemui dirumahnya, Senin (7/11/22).
Karena impitan ekonomi telah mengakibatkan Klarisa menderita gizi buruk, ayah yang bekerja sebagai buruh bangunan, tidak mampu membawa sang anak ke RS Dr Sutomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan intensif penanganan pada kelainan pada jantungnya.
Kasus temuan bayi yang menderita gizi buruk menjadi indikasi masih adanya permasalahan kesehatan yang dialami masyarakat. Kasus bayi mengalami gizi buruk menandakan program kesehatan masih belum berjalan dengan baik (*)
Reporter: Gatot Sunarko|Editor: Arifin BH