04 April 2025

Get In Touch

Dharma Roastery, Pabrik Kopi Tertua di Semarang Sejak Tahun 1915 hingga Sekarang

Salah satu pegawai Dharma Roastery sedang menunjukkan alat roaster kuno yang dapat menyangrai 100 kilogram kopi
Salah satu pegawai Dharma Roastery sedang menunjukkan alat roaster kuno yang dapat menyangrai 100 kilogram kopi

SEMARANG (Lenteratoday) -Didirikan oleh pria keturunan Tionghoa, bernama Tan Tiong Ie pada 1915, Dharma Boutique Roastery menjadi pabrik kopi tertua di Kota Semarang. Hingga saat ini, pabriknya masih memproduksi kopi setiap harinya.

Saat Tiong Ie mendirikan pabrik, bertepatan dengan masuknya biji kopi Robusta dari pedagang Belanda ke Indonesia. Oleh karenanya, ia bergerak untuk mendirikan di bidang perkopian.

"Bertepatan dengan masuknya robusta ke Indonesia atau Hindia-Belanda, kemudian beliau mencoba keberuntungan dengan menyangrai, menggiling, dan menjual produknya itu tahun 1915," ujar Hidayat Basuki Dharmowiyono, generasi ketiga pengelola Dharma Boutique Roastery, saat ditemui, Senin (14/11/2022) di Pabriknya, Kawasan Kranggan, Kota Semarang.

Mesin yang tersedia dalam pabriknya terbagi menjadi 2 jenis. Mesin kecil yang berkapasitas 5 kilogram dan mesin besar berkapasitas 100 kilogram. Namun, saat ini ia hanya menggunakan mesin yang kecil.

"Yang bentuk bola masih saya pakai sekitar pertengahan tahun 80an masih berfungsi, tapi sekarang sudah tidak efisien, karena sekarang banyak macam kopi yang diroasting, jadi tidak mungkin kalau kami menyangrai," ungkap pria yang kerap disapa Dharma tersebut.

Seiring berkembangnya jenis kopi lokal dan mudahnya pengiriman antar daerah, produksi di Dharma Roastery pun turut beragam. Berbagai biji kopi dari seluruh penghasil kopi, seperti Temanggung, Aceh, dan Flores, diolahnya.

Menurutnya, alat produksi yang kuno juga berpengaruh terhadap cita rasa kopi. Disamping rasa kopi yang lebih pekat, asap yang dihasilkan dari proses produksi dinilai lebih ramah lingkungan.

"Melihat caranya menyangrai bisa jadi ini lebih enak. Asapnya diolah kembali, sehingga nanti kalau dikeluarkan sebagai hasil akhir asap, itu dia sudah sangat minimal kemungkinannya untuk mencemarkan udara," katanya.

Demi menjaga cita rasa khas Dharma Roastery, ia berkomitmen untuk tidak membuka cabang lain. Namun, ia melayani pesanan dari daerah manapun.

Reporter: Azifa Azzahra|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.