06 April 2025

Get In Touch

Pertamina Pastikan Penggunaan MyPertamina di SPBU Aman

Galih Pradipto, pembicara dari PT. Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus saat memberikan edukasi MyPertamina di Acara Sinergitas BPH Migas dan DPR RI, Selasa (6/12/2022). (Foto:Azifa/LenteraToday)
Galih Pradipto, pembicara dari PT. Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus saat memberikan edukasi MyPertamina di Acara Sinergitas BPH Migas dan DPR RI, Selasa (6/12/2022). (Foto:Azifa/LenteraToday)

SURABAYA (Lenteratoday) - Penggunaan aplikasi MyPertamina di SPBU sempat menjadi perdebatan, lantaran selama ini muncul larangan mengaktifkan ponsel saat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM). Menanggapi hal tersebut, Pertamina mengklaim penggunaan MyPertamina di SPBU aman.

"Sebenarnya kalau penggunaan HP itu diperbolehkan, dengan catatan atau dengan kondisi diatur jaraknya yang aman seberapa, jadi harus sesuai dengan aturan ini," ujar Galih Pradipto dari PT. Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus usai mengisi diskusi dengan BPH Migas di Swiss-Belinn Surabaya, Selasa (6/12/2022).

Adapun jarak aman yang harus diperhatikan untuk mengaktifkan MyPertamina yakni 5-10 meter dari area pengisian BBM. Jarak tersebut diharapkan dapat menjadi acuan pasti bagi masyarakat maupun pegawai SPBU dalam menggunakan MyPertamina.

Lebih lanjut, edukasi kepada masyarakat tentang aplikasi MyPertamina harus tetap digencarkan. Baik dalam hal cara penggunaannya maupun keamanan saat memakainya.

Berkaitan dengan masih ditemukannya sejumlah eror saat penggunaan aplikasi, ia mengatakan bahwa saat ini MyPertamina masih dalam tahap pengembangan. Sehingga, sistem yang dijalankan belum optimal.

"Iya untuk saat ini sebenarnya MyPertamina sudah lama berjalan, cuma kan kita saat ini dalam tahap pengembangan, sehingga ada kurang lebihnya sedikit kendala itu karena tadi masih pengembangan," terangnya.

Berkaitan dengan pengisian BBM yang dilakukan di luar SPBU, ia mengaku belum bisa menggunakan MyPertamina. Hal tersebut lantaran tempat pengisian BBM, seperti Pertamini masih tergolong ilegal.

"Pertamini ilegal itu bisa dikatakan ilegal karena, satu mereka tidak punya ijin dari pemerintah, yang kedua mengambilnya pun atau mungkin mendapatkan supply pun juga bukan dari Pertamina, mereka sifatnya hanya mengambil sendiri, untuk menjual lagi," ungkapnya.(*)

Reporter: Azifa Azzahra | Editor: Widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.