
JAKARTA,LETRA.ID- Sidang Paripurna DPR RI mengesahkan APBN 2020 dengan anggaran belanja sebesar Rp 2.540,4 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan Rp 11,6 triliun dari rancangan sebelumnya Rp 2.528,8 triliun.
Postur anggaran tersebut terdiri dari belanja pemerintahpusat yang naik Rp 13,5 triliun dari Rp 1.670 triliun menjadi Rp 1.683,5triliun. Belanja pemerintah pusat terdiri dari belanja K/L sebesar Rp 884,6triliun dan belanja non K/L yang mengalami kenaikan Rp 13,5 triliun dari Rp785,4 triliun menjadi Rp 798,9 triliun.
Kemudian, belanja negara juga terdiri dari transfer daerahyang naik Rp 1,8 triliun dari Rp 786,8 triliun menjadi Rp 784,9 triliun dandana desa Rp 72 triliun.
Dalam sidang paripurna juga disetujui pendapatan negara naikRp 11,6 triliun dari Rp 2.221,5 triliun di RAPBN menjadi Rp 2.233,2 triliun dipostur sementara APBN 2020. Penerimaan ini terdiri dari penerimaan perpajakanyang naik Rp 3,9 triliun dari Rp 1.861,8 triliun menjadi Rp 1.865,7 triliun.
"Dengan asumsi dasar ekonomi makro yang telahdlsepakati maka Pendapatan Negara dalam APBN 2020 sebesar Rp 2.232,2triliun," kata Ketua Banggar DPR RI Kahar Muzakir di Ruang Paripurna DPRRI, Jakarta, Selasa (24/9).
Kemudian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) meningkat Rp7,7 triliun dari Rp 359,3 triliun di RAPBN menjadi Rp 367 triliun di APBN.Penerimaan tersebut terdiri dari pendapatan SDA Migas yang diproyeksi naik Rp6,7 menjadi Rp 127,3 triliun dan kekayaan negara yang dipisahkan naik Rp 1triliun menjadi Rp 49 triliun.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pun mengesankan UU APBN 2020setelah mendapatkan persetujuan dari para anggota."Dapat disetujui menjadiundang-undang?" tanya Fahri Hamzah kepada para anggota dan dijawab setuju.Akhirnya palu diketok tanda UU APBN 2020 telah sah.
Dalam rapat paripurna juga disetujui asumsi dasar RAPBN2020. Berikut asumsi dasar RAPBN 2020 yang disepakati pada tingkat II:
- Pertumbuhan ekonomi 5,3%
- Inflasi 3,1%
- Nilai tukar rupiah Rp 14.400 per dolar AS
- Tingkat bunga SPN 3 Bulan 5,4%
- Harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$ 63 perbarel
- Lifting minyak bumi 755 ribu per barel per hari
- Lifting gas bumi 1,191 juta barel setara minyakper hari
Sedangkan untuk sasaran pembangunan:
- Tingkat pengangguran: 4,8-5%
- Kemiskinan: 8,5-9,0%
- Gini Rasio: 0,375-0,380
- IPM: 72,51