04 April 2025

Get In Touch

Duh! Orang-orang Superkaya Ramal 2020 Resesi

Duh! Orang-orang Superkaya Ramal 2020 Resesi

LETRA.ID - Lebih dari setengah orang superkaya di seluruh dunia sudah bersiap untuk resesi. Mereka memprediksi resesi akan segara datang tahun depan.

Dilansir CNBC pada Rabu (25/9), menurut survei UBS terhadap360 perusahaan milik keluarga secara global, dengan kekayaan keluarga rata-ratamencapai US$ 1,2 miliar (Rp 16,9 triliun), hasilnya menunjukkan 55% perusahaanmilik keluarga percaya akan ada resesi pada 2020.

Untuk mengurangi risiko, 45% responden sudah menyesuaikanportofolio mereka, termasuk beralih ke obligasi dan real estate. Sementara itu,42% responden telah meningkatkan cadangan kas mereka.

"Kami sangat berhati-hati. Bahkan sekarang, terhadappasar, kami tidak merasa sangat nyaman," kata responden survei yangmerupakan mitra pelaksana di perusahaan milik multi-keluarga di Amerika Utara.

Perang dagang yang meningkat antara AS dan China telahmemperdalam ketakutan akan resesi. Sekitar 91% responden percaya hubunganAS-China dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi global pada 2020. Selain perangdagang antara AS dan China, 63% responden percaya bahwa Brexit akan memberiefek negatif untuk Inggris sebagai tujuan investasi dalam jangka panjang.

"Siapa yang tahu apa yang akan terjadi dengan Brexit,apa yang akan terjadi di UE, dan apa yang akan terjadi antara AS danChina," kata responden survei lain, CEO dari perusahaan milik keluarga diEropa.

Tidak berhenti di sana, perkembangan teknologi saat ini jugadapat mempengaruhi kondisi bisnis dan ekonomi. Berdasarkan survei UBS, 87% dariresponden setuju bahwa kecerdasan buatan akan menjadi gangguan terbesar dalambisnis global, sementara 57% setuju bahwa teknologi blockchain akan secaramendasar mengubah cara kita berinvestasi.(kcm)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.