PONDOK Pesantren Al Zaytun dengan pimpinan Panji Gumilang memicu polemik di masyarakat. Bahkan, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko pun mengaku heran, kenapa gaduh soal Al Zaytun selalu mendadak mencuat kala Pemilihan Umum (Pemilu) mendekat? Diketahui, rupanya pada pelaksanaan Pemilu 2004, terjadi mobilisasi massa dan penggelembungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) di ponpes itu. Saat itu sekitar 24.000 orang terdaftar sebagai pemilih di Ponpes Al Zaytun. Padahal, penghuni ponpes tersebut hanya sekitar 5.000 orang.KPU dan Bawaslu Indramayu memastikan hal itu tidak akan terjadi lagi. Bahkan, KPU akan memfasilitasi penyediaan tempat pemungutan suara (TPS) lokasi khusus di Ma’had Al Zaytun untuk Pemilu 2024 nanti. Di sisi lain Moeldoko juga menepis tudingan oleh Pendiri Yayasan Pesantren Indonesia Imam Supriyanto yang menyatakan dirinya sebagai pihak yang menghubungkan Panji Gumilang dengan Mabes Polri hingga partai politik. Makin panjang saja daftar kontroversinya saat kasus penistaan agama hingga dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) membelenggu.BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/07/14072023.pdf
[3d-flip-book id="146193" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/07/14072023.pdf">