03 April 2025

Get In Touch

Inilah Sosok Nadiem Sesungguhnya

Inilah Sosok Nadiem Sesungguhnya

Surabaya – Setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan jajaranmenteri pada Kabinet Indonesia Maju ada satu menteri yang menjadi perbincanganhangat masyarakat. Dia adalah Nadiem Makarim, menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Banyak kalangan yang menilai penempatan Nadiem sebagai MeteriPendidikan dan Kebudayaan ini kurang tepat. Sebab dia bukan dari kalanganakademisi, pengalamannya dalam bidang pendidikan juga dianggap masih kurang, terlebihlagi, Perguruan Tinggi dikembalikan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Disatu sisi, tidak banyak masyarakat yang mengenal sosokMadiem Makarim secara mendalam. Untuk lebih mengenalnya, inilah sebagian daririwayat hidup Nadiem yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber.

Nadiem memiliki nama lengkap Nadiem Anwar Makarim, lahir diSingapura, 4 Juli 1984. Dengan demikian saat ini berusia 35 tahun. Dia putradari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Ayahnya adalah seorangaktivis dan pengacara terkemuka yang berketurunan Minang-Arab. Sedangkan ibunyamerupakan penulis lepas, putri dari Hamid Algadri, salah seorang perintiskemerdekaan Indonesia.

Nadiem menjalani proses pendidikan dasar hingga SLTAberpindah-pindah dari Jakarta ke Singapura. Sehabis menyelesaikan pendidikanSMA-nya di Singapura, pada tahun 2002 ia mengambil jurusan HubunganInternasional di Brown University, Amerika Serikat. Nadiem sempat mengikutipertukaran pelajar di London School of Economics. Setelah memperoleh gelarsarjana pada tahun 2006, tiga tahun kemudian ia mengambil pasca-sarjana danmeraih gelar Master of Business Administration di Harvard Business School.

Karier dan bisnis Nadiem dimulai tahun 2006 sebagaikonsultan manajemen di McKinsey & Company selama tiga tahun. Setelahmemperoleh gelar MBA, ia terjun sebagai pengusaha dengan mendirikan ZaloraIndonesia. Nadiem menjadi Co-Founder dan Managing Director Zalora Indonesiapada tahun 2011. Pada 2012, Nadiem memutuskan keluar dari Zalora untukmembangun startup sendiri, termasuk Gojek yang pada waktu itu memiliki 15karyawan dan 450 mitra driver. Dia mengaku telah belajar cukup banyak diZalora, yang merupakan tujuan utamanya ketika menerima pekerjaan di perusahaanitu. Di Zalora, Nadiem memiliki kesempatan membangun mega startup dan bekerjadengan sejumlah talenta terbaik di kawasan Asia

Setelah keluar dari Zalora, ia kemudian menjabat sebagaiChief Innovation Officer (CIO) Kartuku sambil mengembangkan Gojek. Saat awalberdiri, Kartuku tidak ada kompetitor dalam sistem pembayaran non-tunai diIndonesia. Kartuku kemudian diakuisisi Gojek untuk memperkuat GoPay.

Nadiem mendirikan Gojek pada 2010 dan kini Gojek sudahmenjadi salah satu dari 19 decacorn di dunia, dengan valuasi Gojek mencapai USD10 miliar. Gojek pertama kali berdiri sebagai call centre, menawarkan hanyapengiriman barang dan layanan ride-hailing dengan sepeda motor. Saat ini Go-Jekmerupakan perusahaan rintisan terbesar di Indonesia. Pada bulan Agustus 2016,perusahaan ini memperoleh pendanaan sebesar USD 550 juta atau sekitar Rp 7,2triliun dari konsorsium yang terdiri dari KKR, Sequoia Capital, Capital Group,Rakuten Ventures, NSI Ventures, Northstar Group, DST Global, Farallon CapitalManagement, Warburg Pincus, dan Formation Group.

Sekarang, Gojek telah bertransformasi menjadi super app,menyediakan lebih dari 20 layanan, mulai dari transportasi, pengantaranmakanan, kebutuhan sehari-hari, pijat, bersih-bersih rumah, logistik hinggaplatform pembayaran digital yang dikenal dengan GoPay. Karier bisnis NadiemMakarim di Gojek membawanya masuk dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesiaversi Majalah Globe Asia. Nadiem Makarim diperkirakan memiliki nilai kekayaanmencapai US$100 juta.

Pencapaian Nadiem pada bidang bisnis ini mengantarkannyamendapatkan berbagai penghargaan. Pada tahun 2016, Nadiem menerima penghargaanThe Straits Times Asian of the Year, dan merupakan orang Indonesia pertama yangmenerima penghargaan tersebut sejak pertama kali didirikan pada tahun 2012.

Penghargaan Asian of the Year diberikan kepada individu ataukelompok yang secara signifikan berkontribusi pada meningkatkan kesejahteraanorang di negara mereka atau Asia pada umumnya. Beberapa penerima sebelumnyatermasuk pendiri Singapura, Lee Kuan Yew, Perdana Menteri India Narendra Modi,Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinpingdan Presiden Myanmar Thein Sein.

Penghargaan tersebut datang karena perusahaan berfokus padapeningkatan kesejahteraan sektor informal. Pada saat yang sama, ini dapatmembantu menyediakan mata pencaharian bagi masyarakat Indonesia dengan mengubahpasar dan model bisnis tradisional.

Nadiem masuk dalam daftar Bloomberg 50 versi 2018. Bloombergmenilai tidak ada aplikasi lain yang telah mengubah kehidupan di Indonesiadengan cepat dan mendalam seperti Gojek. Aplikasi Gojek diluncurkan pada 2015dengan fokus pada pemesanan ojek, dan kemudian berkembang menjadi aplikasiuntuk membayar tagihan, memesan makanan, hingga membersihkan rumah.

 "The Bloomberg50" berisi sosok-sosok ternama dalam bidang bisnis, hiburan, keuangan,politik, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi. Sepak terjang Nadiem yang kinimengembangkan Gojek ke Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam membuatBloomberg menyandingkan namanya dengan presiden Mexico Andres Manuel LopezObrador, pendiri Spotify Daniel Ek, pop star Taylor Swift dan grup idol KpopBTS.

Pada Mei 2019, Nadiem menjadi tokoh termuda se-Asia yangmenerima penghargaan Nikkei Asia Prize ke-24 untuk Inovasi Ekonomi dan Bisnis.Penghargaan diberikan kepada individu atau organisasi yang berkontribusi bagipengembangan kawasan Asia dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagimasyarakat Asia.

Nadiem menggandakan hadiah yang diterima menjadi Rp 860 jutauntuk donasi pendidikan anak mitra pengemudi Gojek. Penghargaan ini berkaitandengan kontribusi Gojek dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memudahkankeseharian pengguna hingga meningkatkan pendapatan mitranya.

Gojek berkontribusi 55 Triliun terhadap perekonomianIndonesia, dengan penghasilan rata-rata mitra Go-Ride dan Go-Car naik 45% dan42% setelah bergabung dengan Gojek, dan volume transaksi UMKM Kuliner naik 3.5kali lipat semenjak menjadi mitra GoFood.

Pada tahun 2017, Gojek masuk dalam Fortune’s Top 50Companies That Changed The World, dan mendapatkan peringkat 17[21]. Pada tahun2019, Gojek kembali menjadi satu-satunya perusahaan Asia Tenggara yang masuk kedaftar Fortune’s 50, dan naik ke peringkat 11 dari 52 perusahaan kelasdunia.[22]

Dalam bidang organisasi Internasional, Bersama denganMelinda Gates dan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, Nadiemmenjabat sebagai salah satu komisaris Pathways for Prosperity for Technologyand Inclusive Development yang fokus membantu negara-negara berkembang untukberadaptasi dengan berbagai inovasi baru dunia digital yang mengubah budayabekerja. (ist/ufi)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.