07 April 2025

Get In Touch

Kasus Dugaan Mutilasi di Sawojajar Malang, Ini Penjelasan Pemilik Kos

Lokasi dugaan mutilasi di Sawojajar Kota Malang, Jumat (5/1/2024). (Dok. Istimewa)
Lokasi dugaan mutilasi di Sawojajar Kota Malang, Jumat (5/1/2024). (Dok. Istimewa)

MALANG (Lenteratoday) - Muhammad Irianto (61), pemilik kos di RT 1 RW 3 Sawojajar, mengungkapkan keterkejutannya terkait kasus mutilasi yang diduga melibatkan salah satu penghuni kosnya.

"Tadi malam setengah 2 itu saya dibangunkan katanya ada kasus. Namun sebelumnya tanggal 14 Oktober itu Pak RW 03 memberitahu saya bahwa si Abdurrahman (penghuni kos) ini ada indikasi kasus menyembunyikan seseorang. Ternyata setelah dibawa ke Polsek Kedungkandang, paginya dipulangkan, dikembalikan lagi," ujar Irianto, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (5/1/2024).

Irianto juga mengatakan bahwa kejadian serupa terulang pada Rabu (3/1/2024) malam, di mana Abdurrahman kembali diamankan oleh jajaran Polsek Kedungkandang setelah adanya laporan dari RT 01, namun kembali dibebaskan pada keesokan harinya.

"Setelah dilepas, malam jam 8 saat orang-orang tahlil itu dari kepolisian datang lagi ke rumah. Kayaknya hanya klarifikasi bertanya 'rumah bapak itu baru dicat ulang, ya?' disampaikan seperti itu. Memang orangnya pernah izin untuk dicat," tambahnya.

Setelah itu, Irianto mengungkap bahwa pada Kamis (4/1/2024) malam, petugas polisi kembali mendatangi kos-kosannya. Dalam konteks ini, Irianto menduga bahwa kemungkinan Abdurrahman telah mengakui perbuatannya dan menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

Namun mengenai dugaan mutilasi yang dilakukan oleh Abdurrahman, Irianto mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai detail kejadian. Dia hanya tidak menyangka bahwa sosok Abdurrahman, yang tergolong pribadi pendiam dan jarang berkomunikasi dengan tetangga, nyatanya memiliki sifat tidak manusiawi.

"Saya gak tahu kalau mutilasi itu, tapi katanya polisi kan kasusnya itu. Kalau orangnya kalem, cuman agak pendiam. Jadi gak nyangka kalau bisa melakukan seperti itu. Perkiraan usianya 50 an. Istrinya orang Sawojajar sini. Warga juga gak pernah curiga ke beliau," terangnya.

Lebih lanjut, Irianto mengungkapkan kecurigaannya, yang kemudian memunculkan teka-teki dalam dugaan pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan oleh Abdurrahman ini. Menurutnya, kurang lebih 2 bulan lalu, Abdurrahman menyampaikan izin untuk mengganti kasur kamar kosnya.

"Kasurnya katanya sudah tipis dan akhirnya dibuang ke sungai. Perkiraan saya dari kasus itu apakah hasil mutilasinya itu dibungkus ke kasur atau seperti apa, perkiraan saya seperti itu.
Kemudian terkait pengecatan itu apakah menutupi bercak-bercak darah, saya juga gak tahu. Tapi perkiraan saya seperti itu," sambung Irianto.

Selama proses penggalian barang bukti berupa bagian potongan tubuh manusia yang diduga korban Abdurrahman. Irianto mengaku hanya sempat melihat bagian kepala yang ditemukan di tepi sungai. Dirinya juga tidak terlibat langsung dalam penggalian tersebut, hanya diperlihatkan bagian kepala melalui sebuah rekaman video oleh petugas dari TNI.

Selama proses penggalian barang bukti berupa bagian potongan tubuh manusia yang diduga korban Abdurrahman. Irianto mengaku hanya sempat melihat bagian kepala yang ditemukan di tepi sungai. Dia juga tidak terlibat langsung dalam penggalian tersebut, hanya diperlihatkan bagian kepala melalui sebuah rekaman video oleh petugas dari TNI.

"Waktu olah TKP saya dipanggil untuk menyertai. Abdurrahman ini sudah mau 5 tahun ngekos di sini, sejak 2019. Sebenarnya orangnya ini sudah pamit karena habisnya di 6 Januari besok. Karena alasannya usahanya sudah mulai sepi," tukasnya.

Sebagai informasi, Abdurrahman (50) merupakan penghuni kos milik Irianto (61) yang telah menyewa 2 kamar sejak 2019 lalu. Abdurrahman diketahui membuka usaha pijat terapi dan tinggal bersama istrinya di kosan tersebut. Sebelumnya, Abdurrahman juga sempat membuka usaha kos kos an di Bunulrejo, sebelum akhirnya pindah di Sawojajar. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.