05 April 2025

Get In Touch

Setelah Kembali Buka, Pengusaha Mall Amerika Takut Sebaran Corona Makin Parah

Ilustrasi pusat belanja modern atau mall (iStock)
Ilustrasi pusat belanja modern atau mall (iStock)

Sama seperti di Indonesia sejumlah warga Amerika Serikat mengakukhawatir dengan dibukanya mall di negara mereka. Tentu saka ketakutan denganpenyebaran virus corona.

Miliarder pemilik mall di Amerika Serikat (AS), RickCaruso, misalnya, ingin ada persyaratan masker wajah di AS untuk mencegahlonjakan kasus coronavirus dan tindakan keras di masa depan terhadap bisnis.

"Dan jika Anda tidak mengenakan masker, Anda tidakmenegakkannya sebagai sebuah bisnis, saya pikir itu adalah pelanggaran kodekesehatan dan mereka harus dikutip dan akhirnya ditutup," kata Carusodikutip dari CNBC International di Jakarta, Jum'at(19/6/2020). “Ini hal penting. Ini hidup dan mati, dan kita harus menanggapinyadengan sangat serius. " lanjutnya.

Caruso  memiliki mal outdoor The Grove diLos Angeles dan The Americana at Brand di Glendale, California.

Beberapa negara termasuk California, Texasdan Arizona mengalami peningkatan kasus Covid-19, hingga memicu pertanyaanbagaimana mengontrol wabah setelah adanya pembatasan pada bisnis.

Selain berusaha menjaga jarak fisik,para ahli kesehatan masyarakat mengatakan mengenakan masker di depan umum dapatsecara signifikan membantu membatasi penyebaran Covid-19.

Caruso meyakinkan, perusahaannya telah mengadopsi komitmen ketat terhadap langkah-langkah kesehatan masyarakat pada bisnis properti miliknya.

Caruso mengatakan pendekatan ini diperlukan untuk memastikan krisis Covid-19 tidak meningkat lebih jauh dan membawa konsekuensi ekonomi yang lebih signifikan.

Dia juga menginginkan konsumen lebih menghargaiperusahaan yang memprioritaskan kesehatan masyarakat (Ist-abh).

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.