TAHUN ini target angka kemiskinan Indonesia antara 6,5-7,5%. Sayangnya, meski baru awal tahun Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pesimistis target tersebut bisa tercapai. Apalagi saat ini posisinya masih di angka 9,3%. Di sisi lain, pemerintah yakin bisa menekan kemiskinan ekstrem yang sekarang sudah berada di 1,12 %. Dikatakannya bakal ada penurunan sampai 0,90 % pada tahun 2022-2023. Sehingga tahun 2024 ini untuk kemiskinan ekstrem paling tidak di bawah 0,5%. Namun hal itu juga belum sesuai target di angka 0%. Apalagi data terbaru, sebanyak 75 kabupaten/kota mengalami peningkatan kemiskinan ekstrem. Sedangkan 7 kabupaten/kota justru stagnan. Kenapa target di pasang tinggi jika kemampuan mini? Padahal anggaran belanja perlindungan sosial (perlinsos) atau bantuan sosial (bansos) di 2024 dikabarkan berpotensi membengkak hingga nyaris sentuh Rp 500 triliun. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/02/23022024.pdf
[3d-flip-book id="170438" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2024/02/23022024.pdf">