
MADIUN (Lenteratoday) - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Merdeka Madiun merilis hasil jajak pendapat, pemilihahan kepala daerah Kabupaten Madiun 2024.
Ketua LPPM Unmer Madiun, Hendry Windrianto Darmoko mengatakan Jajak pendapat yang digelar dari bulan April hingga Maret 2024 ini, mengunakan metode wawancara langsung dan angket melalui Google form yang tersebar di 15 Kecamatan di Kabupaten Madiun.
Berdasarkan 1.470 data valid yang terkumpul dari rencana 5.000 responden atau 1 persen dari jumlah 577.000 populasi, inilah hasil tokoh layak maju sebagai calon Bupati Madiun hasil aspirasi masyarakat :
1.Hari Wuryanto (Wakil Bupati Madiun 2018-2023).
2.Ahmad Dawami (Bupati Madiun 2018-2023).
3.Sirojul Kahfi (Ketua Kormi Kabupaten Madiun).
4.Slamet Widodo (Ketua Bawaslu Kabupaten Madiun 2023-2028).
5.Fery Sudarsono (Ketua DPC PDIP Kabupaten Madiun).
6.Mujono (Ketua DPD Golkar Kabupaten Madiun).
7.Djoko Setiono (Anggota DPRD Kabupaten
Madiun dari Partai PKB).
8 Sri Purwanti (Istri Muhtarom Bupati Madiun 2008–2013 dan 2013-2018).
9.Tontro Pahlawanto (PJ Bupati Madiun).
10.Rio Wing Dinaryhadi (Ketua DPC Gerindra Kabupaten Madiun).
Sedangkan tokoh layak maju sebagai
calon Wakil Bupati Madiun hasil aspirasi masyarakat adalah :
1.Sri Purwanti (Istri Muhtarom Bupati Madiun 2008–2013 dan 2013-2018).
2.Sirojul Kahfi (Ketua Kormi Kabupaten Madiun).
3.Mujono (Ketua DPD Golkar Kabupaten Madiun)/
4.Djoko Setiono (Anggota DPRD Kabupaten
Madiun dari Partai PKB).
5.Fery Sudarsono (Ketua DPC PDIP Kabupaten Madiun).
6.Bambang Sunarja (Ketua Umum Ketua Umum IKS PI Kera Sakti).
7.Rio Wing Dinaryhadi (Ketua DPC Gerindra Kabupaten Madiun).
8.Heru Kuncahyono (Ketua LSM Pentas Gugat).
Menurut Darmoko responden yang paling dominan berasal dari Kecamatan Caruban atau Mejayan, Kecamatan Madiun, dan Kecamatan Balerejo. Dengan rata-rata usia 25-49 tahun dan pendidikan lulusan SMA dan Sarjana.
Sedangkan incumbent atau Ahmad Dawami dipiilh sebanyak 720 resposnden, untuk maju kembali sebagai Bupati Madiun.
“Pemilih incumbent tadi paling banyak PNS 43 persen, guru dan dosen 15 persen, swasta 11 persen, sedangkan sisanya profesi lain,” ujar Darmoko, Rabu(8/5/2024).
Repoter:Wiwiet Eko Prasetyo/Editor:Ais